Blora, MEMANGGIL.CO - Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sejumlah desa di Kecamatan Kunduran dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga membutuhkan bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jamhuri, menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Sebanyak 14 tangki air bersih didistribusikan ke sejumlah titik yang mengalami kekeringan, yakni Desa Buloh, serta beberapa dukuh meliputi Kalimongo, Cowekan, dan Grogolan. Penyaluran dilakukan selama tiga hari sebagai upaya membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air.
Jamhuri mengatakan, kemarau panjang telah menyebabkan cadangan air di sejumlah wilayah menurun drastis. Kondisi itu membuat warga harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
"Kemarau panjang yang berimbas pada kekeringan di beberapa desa di Kecamatan Kunduran membuat masyarakat membutuhkan bantuan air bersih. Karena itu kami bersama PKB Peduli berupaya hadir membantu warga melalui distribusi air bersih," ujar Jamhuri kepada Memanggil.co, Selasa (4/8/2026).
Meski telah menyalurkan bantuan, Jamhuri mengakui kebutuhan air masyarakat hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.
"Belum, Mas, kebutuhan air bersih masyarakat saat ini masih belum tercukupi," katanya.
Menurutnya, distribusi air bersih yang dilakukan merupakan langkah darurat untuk meringankan beban masyarakat di tengah musim kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dasar warga sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
Jamhuri juga mendorong Pemerintah Kabupaten Blora agar mengambil peran lebih besar dalam mengatasi dampak kekeringan yang mulai meluas di sejumlah wilayah.
"Harapan kepada Pemkab agar ikut berperan dalam mengatasi kekeringan di beberapa desa di Kabupaten Blora karena kemarau yang panjang," tegasnya.
Politisi PKB itu mengungkapkan, pihaknya akan terus berkoordinasi agar penyaluran bantuan air bersih dapat diperkuat melalui pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora.
"Selanjutnya nanti kita upayakan adanya bantuan air bersih dari Pemkab, dalam hal ini dari BPBD Kabupaten Blora," ujarnya.
Jamhuri memastikan kegiatan sosial tersebut tidak berhenti pada distribusi perdana. Selama masyarakat masih membutuhkan dan kemampuan masih memungkinkan, bantuan air bersih akan terus diupayakan.
"Insyaallah, semampunya akan kita upayakan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya yang terdampak kekeringan," katanya.
Di sela-sela kegiatan, Jamhuri mengaku tersentuh mendengar keluhan warga yang menggambarkan sulitnya memperoleh air bersih selama musim kemarau.
"Pesan saya kepada masyarakat, mari berhemat dalam penggunaan air. Yang paling terkesan bagi saya adalah celetukan ibu-ibu, 'timbang dijaluk ngombe aluwung dijaluk ambung', yang menggambarkan betapa berharganya air di tengah kondisi seperti sekarang," ungkapnya.
Lebih lanjut, Jamhuri berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga penggunaan air secara bijak, sementara pemerintah, dunia usaha, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dapat bersama-sama memperluas bantuan bagi wilayah yang masih mengalami krisis air bersih.
Kegiatan penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari aksi kemanusiaan PKB Peduli sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang di Kabupaten Blora.
Hingga saat ini, distribusi air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah Kecamatan Kunduran.
Editor : Redaksi