Blora, MEMANGGIL.CO - Kabar pembangunan dari wilayah perkotaan Blora. Sejumlah paket pekerjaan yang berkaitan dengan Dana Kelurahan (Dakel) di Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, mulai terlihat dan dipublikasikan secara terbuka melalui sistem pengadaan pemerintah.
Data tersebut terlihat dalam laman SPSE INAPROC Kabupaten Blora. Dari penelusuran pada sistem dikutip pada Sabtu (8/8/2026), sedikitnya terdapat lima paket yang berkaitan dengan pembangunan dan pengawasan drainase di Kelurahan Kunden untuk Tahun Anggaran 2026.
Empat di antaranya merupakan paket pekerjaan fisik pembangunan drainase, sementara satu paket merupakan jasa konsultansi pengawasan pembangunan drainase.
Menariknya, seluruh paket yang terlihat dalam tangkapan sistem tersebut tercatat menggunakan metode Pengadaan Langsung dan berada pada tahapan unggah dokumen penawaran.
Artinya, paket-paket tersebut sudah masuk dalam proses pengadaan dan informasinya dapat dilihat melalui sistem secara terbuka.
Empat Drainase, HPS Fisik Rp360,4 Juta
Paket terbesar yang terlihat adalah Pembangunan Drainase RW 004 Kelurahan Kunden dengan HPS sekitar Rp90,1 juta. Kemudian terdapat Pembangunan Drainase RW 003 Kelurahan Kunden, juga dengan HPS sekitar Rp90,1 juta.
Paket berikutnya adalah Pembangunan Drainase RW 001 Kelurahan Kunden dengan HPS sekitar Rp90,1 juta. Sementara Pembangunan Drainase RW 002 Kelurahan Kunden juga tercatat memiliki HPS sekitar Rp90,1 juta.
Jika empat paket pekerjaan fisik tersebut dijumlahkan, nilai HPS-nya mencapai sekitar Rp360,4 juta. Selain pekerjaan fisik, sistem juga menampilkan paket jasa konsultansi dengan nama yang mencakup Pengawasan Pembangunan Drainase RW 001, RW 002, RW 003 dan RW 004 Kelurahan Kunden.
Paket pengawasan tersebut tercatat sebagai Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi – TA 2026 – Pengadaan Langsung, dengan HPS sekitar Rp14 juta. Dengan demikian, berdasarkan angka HPS yang terlihat pada sistem, keseluruhan lima paket tersebut memiliki nilai indikatif sekitar Rp374,4 juta.
Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) yang tercantum dalam sistem, bukan nilai kontrak final. Pada seluruh paket yang terlihat dalam tangkapan layar, kolom nilai kontrak masih menunjukkan keterangan “Nilai Kontrak belum dibuat”.
Kondisi ini menunjukkan proses pengadaan masih berjalan dan belum dapat disamakan dengan nilai pekerjaan yang nantinya benar-benar dikontrakkan.
Bagi pelaku usaha jasa konstruksi, munculnya paket tersebut secara terbuka tentu menjadi informasi yang menarik. Penyedia yang memenuhi persyaratan dapat memantau paket melalui sistem, mempelajari ketentuan pengadaan dan mengikuti proses sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan kata lain, proyeknya sudah kelihatan, pintu informasinya sudah terbuka. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana proyek tersebut nantinya dilaksanakan setelah proses pengadaan selesai.
Drainase merupakan salah satu infrastruktur dasar yang langsung bersentuhan dengan kehidupan warga. Kualitas pembangunan akan menentukan apakah saluran mampu berfungsi sebagaimana mestinya atau justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Karena itu, keterbukaan sejak tahap pengadaan menjadi penting. Masyarakat dapat mengetahui jenis pekerjaan yang direncanakan, sementara penyedia jasa memperoleh kesempatan mendapatkan informasi melalui jalur resmi.
Di sisi lain, paket pengawasan yang juga dipublikasikan menjadi bagian penting dalam rangka memastikan pekerjaan fisik nantinya berjalan sesuai ketentuan teknis dan dokumen pekerjaan.
Publikasi ini sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut memperhatikan pelaksanaan pembangunan. Setelah proses pengadaan selesai, perhatian publik tentu akan bergeser dari “berapa nilai proyeknya” menjadi “bagaimana proyeknya dikerjakan”.
Apakah drainase dibangun sesuai volume, spesifikasi dan lokasi yang ditentukan. Apakah kualitas material sesuai dokumen pekerjaan. Serta apakah hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga Kunden.
Sebab, proyek Dakel pada akhirnya bukan sekadar angka yang muncul di sistem pengadaan. Di lapangan, proyek tersebut harus menjelma menjadi infrastruktur yang dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dari data yang kini sudah dipublikasikan, setidaknya masyarakat Kunden dapat mengetahui bahwa pembangunan drainase di RW 001, RW 002, RW 003 dan RW 004 masuk dalam paket pekerjaan Tahun Anggaran 2026.
Bagi kontraktor yang memenuhi persyaratan, informasi tersebut juga menjadi kesempatan untuk mencermati proses pengadaan secara resmi.
Jadi, lur, proyek Dakel Kunden sudah mulai kelihatan di etalase pengadaan. Ada empat paket pembangunan drainase dengan HPS masing-masing sekitar Rp90,1 juta dan satu paket pengawasan sekitar Rp14 juta.
Total HPS yang terlihat sekitar Rp374,4 juta. Tinggal kita tunggu proses berikutnya, yakni siapa yang mengerjakan, bagaimana pelaksanaannya, dan yang paling penting, seperti apa hasil akhirnya untuk warga Kunden.
Editor : Redaksi