MEMANGGIL.CO - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Blora. Pada tahun 2022, tercatat 17 laporan kasus kekerasan, yang meningkat menjadi 23 laporan pada 2023. Hingga Oktober 2024, jumlah laporan kasus serupa sudah mencapai 28.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Blora, H. Ahmad Fahim Mulabby alias Gus Fahim, mengungkapkan pentingnya melihat latar belakang penyebab kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, kekerasan semacam itu sering kali dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan ketidakstabilan emosional.
Harus dilihat dulu penyebabnya. Biasanya kekerasan seperti itu berhubungan dengan faktor ekonomi dan ketidakstabilan emosi. Ini perlu dipahami lebih dalam, ujar Gus Fahim yang merupakan anggota DPRD Komisi D Fraksi PKB, Sabtu (4/1/2025).
Gus Fahim juga menekankan pentingnya pendekatan pendidikan untuk meminimalisir kekerasan. Pendidikan mengenai penghormatan terhadap perempuan dan anak harus ditanamkan sejak dini.
Melalui penguatan pendidikan sejak dini, kita bisa mengajarkan bagaimana menghormati perempuan dan anak. Itu sangat penting, jelasnya.
"Terlebih dalam ajaran Islam, kekerasan pada perempuan itu tidak bisa ditoleransi. Karena Islam sangat menghormati dan memuliakan perempuan, tambah Gus Fahim.
Pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora itu juga menghimbau kepada korban kekerasan agar tidak takut untuk melapor.

Jika mengalami kekerasan, segera laporkan kepada dinas terkait, karena pendampingan untuk korban itu sangat penting, tegasnya.
Apakah Sudah Ada Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan di Pondok Pesantren?
Ketika disinggung mengenai apakah sudah ada sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di pesantren yang diasuhnya, Gus Fahim mengungkapkan bahwa hingga kini, sosialisasi tersebut belum diterima di pesantren yang dipimpinnya."Sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak memang belum ada di pesantren kami," ujarnya.
Namun, ia berkomitmen untuk mendorong adanya sosialisasi semacam itu di masa depan.
Insya Allah, saya akan berusaha agar sosialisasi ini bisa masuk ke pesantren dan tempat lainnya, tutup Gus Fahim.