Tuban, MEMANGGIL.CO – Persoalan keuangan menjadi alasan utama Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengambil kebijakan memindahkan 82 pegawai yang selama ini bertugas di RSUD dr. Koesma Tuban. Puluhan pegawai tersebut dimutasi ke sejumlah unit kerja lain sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.

Langkah ini ditempuh untuk menekan beban pengeluaran rumah sakit daerah milik Pemerintah Kabupaten Tuban, seiring adanya instruksi penghematan anggaran yang harus dijalankan oleh seluruh perangkat daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati, membenarkan kebijakan mutasi tersebut. Menurutnya, pemindahan 82 pegawai itu dilakukan murni untuk efisiensi keuangan rumah sakit.

“Efisiensi, dengan jumlah 82 orang,” ujar drg. Heni Purnomo Wati, Jumat (16/1/2026).

Meski demikian, pihak RSUD dr. Koesma Tuban memastikan kebijakan tersebut tidak berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Manajemen rumah sakit menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Tuban.

Sate Pak Rizki

“Alhamdulillah, pelayanan tetap berjalan normal. Komitmen kami tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas drg. Heni.

Pihaknya juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan mutasi pegawai tersebut. Sebab, manajeman RSUD dr. Koesma Tuban telah mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pengaturan ulang atau rolling pegawai secara internal agar seluruh layanan tetap berjalan optimal.

“Masalah pegawai, insyaallah tidak ada kendala karena sudah kami rolling secara internal,” pungkasnya.