Jakarta, MEMANGGIL.CO - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dikenal sebagai salah satu satuan elite paling bergengsi di Indonesia. Namun, tidak semua prajurit TNI AD bisa masuk dan mengenakan Baret Merah. Ada 13 syarat ketat yang harus dipenuhi bagi mereka yang ingin bergabung dengan pasukan khusus ini.
Kopassus merupakan satuan tempur strategis TNI AD yang memiliki tugas khusus, mulai dari operasi militer khusus, penanggulangan teror, hingga operasi di medan paling ekstrem. Karena itu, proses seleksi prajurit Kopassus dilakukan dengan standar tinggi, baik dari sisi fisik, mental, kesehatan, maupun integritas pribadi.
Berdasarkan keterangan Penkopassus, ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI AD, calon prajurit Kopassus harus berasal dari prajurit aktif TNI AD, bukan masyarakat umum. Artinya, Kopassus bukan jalur pendaftaran langsung, melainkan lanjutan karier militer yang hanya bisa diikuti oleh personel terpilih.
Adapun syarat utama untuk menjadi prajurit Kopassus TNI AD meliputi status keprajuritan, usia, kondisi fisik, kesehatan, hingga kesiapan mental dan psikologi.
Calon peserta diwajibkan berstatus perwira, bintara, atau tamtama TNI AD dengan latar belakang kecabangan tertentu, usia maksimal sesuai ketentuan, serta belum menikah.
Selain itu, calon prajurit juga harus memiliki nilai kesamaptaan jasmani tinggi, mampu menyelesaikan lari jarak jauh, renang militer, serta dinyatakan sehat jasmani dan rohani oleh tim kesehatan militer.
Tidak kalah penting, calon Kopassus tidak sedang menjalani proses hukum, memiliki rekam jejak disiplin yang baik, dan memperoleh rekomendasi langsung dari komandan satuan.
Seleksi Kopassus dikenal sangat ketat dan berlapis. Banyak peserta yang gugur bukan hanya karena faktor fisik, tetapi juga mental dan psikologi. Ketahanan stres, loyalitas, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja dalam tekanan ekstrem menjadi penilaian utama.
Hanya mereka yang lolos seluruh tahapan seleksi yang berhak mengikuti pendidikan dan latihan Kopassus. Proses inilah yang menjadikan prajurit Baret Merah dikenal tangguh, disiplin, dan memiliki kemampuan tempur di atas rata-rata.
Dengan standar tersebut, Kopassus menegaskan bahwa menjadi pasukan elite bukan sekadar kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental, disiplin, dan siap mengabdikan diri sepenuhnya untuk negara.