Rembang, MEMANGGIL.CO - Sepanjang tahun 2025, evakuasi ular menjadi misi penanganan paling banyak yang dilakukan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Rembang.
Dari total 298 kejadian yang ditangani, 96 laporan di antaranya merupakan evakuasi ular yang masuk ke rumah dan permukiman warga.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Rembang, Erwin Rahadyan, menyebut tingginya kasus ular masuk rumah dipengaruhi oleh intensitas hujan yang tinggi sepanjang tahun 2025, serta kondisi lingkungan permukiman.
“Selama 2025 ini laporan terbanyak memang evakuasi ular. Total ada sekitar 170 ekor ular yang berhasil kami evakuasi,” ujar Erwin, ditulis Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, saat musim hujan ular cenderung mencari tempat yang lebih hangat dan aman, termasuk masuk ke rumah warga.
“Biasanya kalau musim hujan, ular mencari tempat yang hangat, seperti rumah yang banyak barangnya berserakan. Selain itu, sekarang di rumah-rumah juga banyak tikus, itu yang menarik ular,” jelasnya.
Erwin menegaskan, evakuasi dilakukan dengan prosedur keselamatan, baik bagi petugas maupun warga. Pengalaman tim Damkar selama bertahun-tahun membuat penanganan semakin aman dan terukur.
“Alhamdulillah teman-teman sudah paham cara evakuasi ular. Kalau dulu awal-awal memang sering ada yang tergigit. Sekarang ular yang ditangkap tidak dibunuh, tapi diamankan,” tegasnya.
Ular-ular hasil evakuasi tersebut selanjutnya dikumpulkan di pos Damkar. Jika jumlahnya sudah mencukupi, pihak Damkar akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah untuk proses pelepasliaran.
“Kalau sudah empat atau lima ekor, kami hubungi BKSDA Jawa Tengah. Nanti diambil dan ada berita acara serah terima resmi,” imbuh Erwin.
Selain evakuasi ular, data BPBD Rembang mencatat misi terbanyak kedua selama 2025 adalah pemadaman kebakaran rumah, bangunan, dan lahan, dengan total 73 kejadian.
Posisi ketiga ditempati evakuasi sarang tawon di lingkungan permukiman warga.
Tak hanya itu, Tim Damkar Rembang juga kerap menangani misi-misi unik, seperti menyelamatkan warga yang terkunci di kamar mandi hingga membantu membuka mobil dengan kunci tertinggal di dalam.
“Pernah ada warga terkunci di kamar mandi minta bantuan kami, ada juga kunci mobil terkunci di dalam. Alhamdulillah semua bisa ditangani oleh teman-teman,” katanya.
Erwin menegaskan, Damkar selalu mengutamakan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan tingkat kesulitan.
“Kalau ada laporan, kami usahakan datang dulu. Soal bisa atau tidaknya ditangani, itu urusan belakangan. Kalau memang tidak bisa, kami tetap berikan solusi atau saran terbaik,” pungkasnya.
BPBD Kabupaten Rembang juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik jika menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya, serta segera menghubungi Call Center Damkar di 0889-8353-1560, yang siap melayani 24 jam.