Rembang, MEMANGGIL.CO - Bupati Rembang Harno meresmikan longstorage (bendung) Sungai Pang yang berada di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, Jumat (23/1/2026). Infrastruktur tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Rembang dalam memperkuat ketahanan air dan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Dalam sambutannya, Bupati Harno menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana selaku pelaksana pembangunan, Anggota DPR RI Harmusa Oktaviani yang memperjuangkan program tersebut, serta warga Desa Kalipang yang merelakan lahannya demi kepentingan bersama.
Menurut Harno, keberadaan longstorage Sungai Pang diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih yang kerap dialami warga saat musim kemarau.
“Apabila hasil uji laboratorium menunjukkan airnya layak konsumsi, Pemkab Rembang akan menindaklanjuti dengan pengolahan air baku untuk PDAM. Kebutuhan air di wilayah Sarang ini sangat mendesak,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan longstorage Sungai Pang merupakan proyek percontohan pertama di Kabupaten Rembang. Jika hasilnya optimal, konsep serupa akan dikembangkan di sejumlah wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa.
“Ini menjadi model awal. Kalau berhasil, akan kita replikasi di titik-titik lain karena masih banyak daerah yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto menjelaskan, pembangunan longstorage yang dikerjakan sejak awal Oktober hingga akhir Desember 2025 tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Proyek ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan ketahanan air, ketahanan pangan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, DPRD, serta dukungan aktif masyarakat,” katanya.
Sudarto mengungkapkan, wilayah pesisir Kabupaten Rembang selama ini menghadapi persoalan intrusi air laut yang menyebabkan tingginya kadar salinitas air permukaan. Dengan adanya longstorage Sungai Pang, air permukaan yang kualitasnya mulai membaik dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber air baku dan irigasi.
Selain mendukung kebutuhan air minum dan pertanian, longstorage tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata dan ruang publik yang mampu mendorong aktivitas ekonomi serta membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Ke depan, BBWS Pemali Juana berencana melakukan pengembangan lanjutan melalui normalisasi di bagian hilir. Kapasitas tampung yang saat ini sekitar 40 ribu meter kubik ditargetkan meningkat menjadi 60 ribu meter kubik, bahkan hingga 100 ribu meter kubik, guna mengendalikan banjir di musim hujan dan mengurangi risiko kekeringan saat kemarau.
Salah satu warga Desa Kalipang, Purwasih, yang merelakan sebagian lahannya untuk pembangunan longstorage, mengaku bersyukur atas manfaat yang dirasakan. Ia menerima ganti untung atas lahan seluas 937 meter persegi senilai Rp140.550.000.
“Ini untuk kepentingan bersama. Saat kemarau itu sulit air, bahkan tahun kemarin sampai gagal panen. Dengan adanya bendungan ini, petani bisa memanfaatkan air menggunakan pompa,” ungkapnya.
Diketahui, proyek pembangunan longstorage Sungai Pang sepanjang sekitar lima kilometer ini dimulai pada 8 September 2025 oleh BBWS Pemali Juana dengan dukungan anggaran dari APBN. Infrastruktur tersebut diperkirakan mampu menyuplai air bagi sekitar 900 kepala keluarga serta mengairi kurang lebih 25 hektare lahan pertanian.