Jakarta, MEMANGGIL.CO - Ramadan hampir berakhir, dan umat Muslim bersiap menyambut hari kemenangan, Jumat (20/3/2026). Salah satu ibadah utama di pagi hari Idul Fitri adalah Salat Id, yaitu salat sunnah dua rakaat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah.

Salat Idul Fitri memiliki kedudukan yang istimewa. Mayoritas ulama menyebut hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan hingga hampir mendekati wajib. Bahkan ada pendapat yang menyatakan wajib bagi yang mampu, karena pentingnya ibadah ini dalam syiar Islam.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى

“Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu pelaksanaan Salat Id dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Biasanya sholat ini dilaksanakan di lapangan terbuka agar bisa menampung jamaah lebih banyak, meskipun tetap boleh dilakukan di masjid atau mushola.

Sebelum berangkat, penting untuk mengetahui niatnya.

Sebagai makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatan li'idil fithri rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala”

Sate Pak Rizki

Artinya: Aku niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Sebagai imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku niat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Salat Id memiliki tata cara khusus, yaitu dua rakaat dengan tambahan takbir. Pada rakaat pertama terdapat tujuh takbir, dan pada rakaat kedua lima takbir, di luar takbiratul ihram. Setelah sholat, dilanjutkan dengan khutbah yang berisi nasihat dan pesan kebaikan.

Ada beberapa sunnah yang sering dilupakan, seperti makan terlebih dahulu sebelum berangkat, memakai pakaian terbaik, serta memperbanyak takbir sejak malam hari. Hal-hal sederhana ini justru menjadi penyempurna ibadah di hari raya.

Jika ada kondisi tertentu seperti sakit atau cuaca buruk, sholat Id juga boleh dilakukan di rumah, baik sendiri maupun bersama keluarga. Intinya, ibadah ini tetap bisa dijalankan dengan penuh khidmat sesuai kemampuan.