Tuban, MEMANGGIL.CO – Di balik hiruk-pikuk distribusi energi yang kerap luput dari perhatian publik, ada kerja senyap yang terus bergerak.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban menjadi salah satu garda terdepan dalam memastikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Upaya itu tak selalu mudah. Di lapangan, praktik penyalahgunaan subsidi energi kerap muncul dalam berbagai modus.
Namun, konsistensi dan ketegasan aparat akhirnya berbuah hasil. Satreskrim Polres Tuban berhasil mengungkap berbagai kasus penting, sekaligus menorehkan prestasi yang mendapat pengakuan di tingkat provinsi.
Atas capaian tersebut, Polda Jawa Timur menganugerahkan penghargaan kepada Satreskrim Polres Tuban.
Penghargaan itu diberikan dalam kategori “Laporan Polisi Terbanyak” dalam penanganan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi, sebuah indikator nyata dari intensitas dan keseriusan penegakan hukum yang dilakukan.
Piagam penghargaan itu diterima langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, mewakili kerja kolektif seluruh anggotanya.
Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, tak menutupi rasa bangganya. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka atau formalitas, melainkan cerminan komitmen institusi dalam menjaga keadilan distribusi subsidi pemerintah.
“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam melindungi hak masyarakat kecil, khususnya dari praktik penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Bagi AKP Bobby, penghargaan itu bukanlah garis akhir. Ia justru melihatnya sebagai pengingat atas tanggung jawab yang lebih besar. Di balik setiap pengungkapan kasus, ada harapan masyarakat yang harus dijaga.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi seluruh personel. Ini bukan capaian individu, melainkan kerja bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan, penanganan kasus subsidi energi menjadi prioritas karena dampaknya yang langsung terasa. Ketika BBM dan LPG bersubsidi disalahgunakan, yang paling terdampak adalah masyarakat kecil, mereka yang bergantung pada harga terjangkau untuk bertahan hidup.
Kelangkaan yang muncul akibat penyelewengan bukan sekadar soal distribusi, tetapi menyentuh aspek ekonomi hingga keseharian warga.
Karena itu, meski telah meraih penghargaan, semangat tidak boleh surut. AKP Bobby mengingatkan jajarannya untuk tetap rendah hati dan terus meningkatkan kinerja.
“Prestasi ini harus menjadi pemacu semangat untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap Polri,” tegasnya.
Ke depan, ia mengaku keberhasilan ini diharapkan tak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga memberi efek jera bagi pelaku kejahatan subsidi energi.
Lebih dari itu, Kasat Reskrim Polres Tuban itu ingin jaminan bahwa distribusi BBM dan LPG bersubsidi di Tuban berjalan tepat sasaran, menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.