Surabaya, MEMANGGIL.CO -Suasana haru menyelimuti ratusan calon jemaah haji yang tengah mengikuti pembekalan terakhir sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Di momen yang tinggal menghitung hari itu, emosi para jemaah pecah dalam doa dan pelukan perpisahan.

Sebanyak 315 calon jemaah haji tak kuasa menahan air mata saat rangkaian doa bersama dipanjatkan. Isak tangis semakin terasa ketika mereka saling meminta maaf kepada pasangan masing-masing, menandai kuatnya ikatan batin dan kesiapan meninggalkan dunia sementara demi panggilan suci.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Manasik Hati, sebuah pendekatan Tasawuf Haji yang diterapkan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) KBIH Nurul Hayat kepada para jamaahnya.

Program ini menjadi penutup rangkaian pembekalan sebelum mereka berangkat menunaikan ibadah haji.

Pembimbing Utama KBIH Nurul Hayat Surabaya, Muhammad Molik Latief, mengatakan bahwa manasik terakhir ini dikemas dalam bentuk “training menata hati” untuk menguatkan niat dan memantapkan kesiapan spiritual jamaah.

“Ini manasik terakhir yang kita kemas dalam bentuk training menata hati untuk meraih kemabruran haji. Ini bagian dari materi Tasawuf Haji,” ujarnya usai memimpin pertemuan ke-12 di kantor NH Travel Surabaya, Minggu (12/04/2026).

Menurutnya, puncak dari materi yang disampaikan adalah penguatan kesadaran spiritual bahwa manusia hanyalah hamba yang kecil di hadapan Allah. Dari kesadaran itulah lahir keikhlasan dan kerendahan hati dalam menjalankan ibadah haji.

“Materi yang paling menguatkan hingga banyak jamaah menangis adalah saat mereka diajak melihat diri sendiri betapa kecilnya di hadapan Allah. Tidak ada ruang untuk sombong,” ungkapnya.

Sate Pak Rizki

Ia menambahkan, hakikat ihram dengan mengenakan dua lembar kain putih menjadi simbol pelepasan seluruh atribut duniawi, sekaligus penegasan bahwa seluruh jamaah berdiri dalam kesetaraan sebagai hamba.

Di tengah suasana haru itu, salah satu calon jamaah haji, Ira, mengaku merasakan ketenangan setelah mengikuti rangkaian Tasawuf Haji tersebut. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang murni untuk beribadah.

“Ini mengingatkan kami bahwa haji itu ibadah, bukan perjalanan wisata. Murni untuk beribadah kepada Allah,” katanya.

Rangkaian pembekalan ini sekaligus menandai kesiapan keberangkatan jamaah haji tahun ini, meski situasi di Timur Tengah masih diwarnai konflik.

Sebanyak 315 jamaah KBIH Nurul Hayat tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 51 gelombang pertama. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 4 Mei 2026, dan berangkat ke Tanah Suci sehari setelahnya, 5 Mei 2026.

Sementara itu, berdasarkan jadwal Embarkasi Surabaya, kloter pertama jamaah haji akan masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci keesokan harinya, 22 April 2026.