Blora, MEMANGGIL.COSemangat gotong royong kembali terlihat di kompleks makam Sunan Pojok, Blora. Hal itu terlihat menjelang pelaksanaan haul Syekh Sayyid Abdurrohim atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Pojok pada bulan Muharram, dimana sejumlah relawan dan peziarah bergotong royong melakukan pembersihan serta perbaikan di kawasan makam.

Kegiatan yang dilakukan secara swadaya tersebut telah menjadi tradisi tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh penyebar agama Islam yang memiliki peran besar dalam sejarah Kabupaten Blora.

Salah seorang relawan, Anjas, mengatakan proses perawatan dan pembenahan makam sudah berlangsung sejak sekitar sepuluh hari terakhir.

Berbagai pekerjaan dilakukan, mulai dari pengecatan tembok pembatas, pembongkaran plafon yang rusak, hingga penataan area kompleks makam agar lebih rapi dan nyaman.

“Masih ada waktu untuk mempercantik area makam. Puncak haul akan digelar pada 12 Juli atau malam 27 Muharram,” ujar Anjas, Selasa (23/6/2026).

Selain memperbaiki sejumlah bangunan, para relawan juga berencana melakukan pengecatan ulang nisan serta membersihkan padasan atau gentong air yang berada di kawasan makam.

Kain penutup makam pun akan diganti dengan yang baru sekitar satu pekan sebelum pelaksanaan haul.

Relawan lainnya, Pringgo, menjelaskan kegiatan perawatan makam telah dilakukan secara rutin sejak tahun 2008. Menurutnya, Sunan Pojok merupakan sosok yang memiliki jasa besar bagi masyarakat Blora sehingga keberadaan makamnya perlu terus dijaga dan dirawat bersama.

“Kami semua merasakan jasa-jasa beliau. Sudah sewajarnya jika masyarakat ikut merawat dan menjaga makam ini,” katanya.

Pekerjaan pembersihan dan pengecatan ditargetkan rampung pada Kamis (25/6/2026). Dengan demikian, kawasan makam diharapkan tampil lebih bersih, indah, dan nyaman bagi para peziarah yang akan datang menjelang haul.

Sate Pak Rizki

Sementara itu, relawan lainnya, Sukir, mengaku tergerak untuk terlibat dalam kegiatan tersebut karena menganggap Sunan Pojok bukan hanya seorang tokoh agama, tetapi juga bagian penting dari perjalanan sejarah Blora.

“Beliau sudah menjadi bagian dari sejarah panjang Kabupaten Blora. Karena itu kami dengan sukarela meluangkan waktu untuk ikut membersihkan makam,” ungkapnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kawasan makam Sunan Pojok yang berada di tengah kota.

Menurutnya, lokasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi sekaligus sarana edukasi sejarah Islam bagi masyarakat.

“Harapannya, masyarakat luar Blora juga mengenal Sunan Pojok sebagai tokoh yang berperan dalam perkembangan Islam di Nusantara,” tandasnya.

Diketahui, Sunan Pojok atau Syekh Sayyid Abdurrohim dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Blora.

Selain sebagai ulama, ia juga disebut pernah menjabat sebagai Bupati Tuban pada masa kolonial sekitar tahun 1707 hingga 1723.

Keberadaan makamnya hingga kini menjadi salah satu tujuan ziarah religi yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.