Surabaya, MEMANGGIL.CO – Pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya terus berjalan sesuai jadwal.
Hingga Sabtu (27/06/2026) pukul 11.00 WIB atau hari ke-27 operasional, sebanyak 100 kloter telah tiba di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya menyebut total 37.865 jemaah dan petugas telah kembali ke Tanah Air.
Jumlah itu setara 86 persen dari 44.000 jemaah dan petugas yang direncanakan tiba di Surabaya.
Rinciannya 37.211 jemaah haji dan 654 petugas haji. Sisa 6.135 orang masih akan dipulangkan di kloter selanjutnya.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As'adul Anam mengatakan, seluruh proses berjalan lancar berkat sinergi petugas.
"Alhamdulillah, 100 kloter telah kembali atau sekitar 86 persen dari total jemaah dan petugas. Jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman, nyaman, dan tertib," ujarnya.
Dari sisi penerbangan, 76 kloter tiba tepat waktu, 13 kloter lebih cepat, dan 11 kloter terlambat. Keterlambatan tidak mengganggu pelayanan di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.
PPIH juga mencatat 267 mutasi keluar. Terdiri dari 53 jemaah wafat di Arab Saudi, 37 jemaah sakit di Arab Saudi, 1 pendamping ikut embarkasi lain, 10 jemaah tunda pulang, 9 pulang mandiri, 69 pindah kloter, 88 seat kosong, dan 153 open seat.
Sementara mutasi masuk ada 114 orang dan semuanya sudah terakomodasi. Dan hingga hari ke-27, ada 6 jemaah wafat dalam proses pemulangan.
Satu orang jemaah wafat di pesawat, Hery Widianto (69) asal Kota Malang. Lima lainnya wafat setelah tiba di debarkasi.
Kelimanya masing-masing Wayan Rohani Suwasti (63) dari Kota Malang, Kasijatin Tiba (70) asal Kota Pasuruan, Marsinah Marjan (72) Bojonegoro, Darsiman Samsuri (61) Tuban, dan Sri Oetarti (60) dari Kota Surabaya.
"Kami sampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah menerima amal ibadah mereka. Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," kata As'adul Anam.
Saat ini masih ada 15 jemaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi sehingga belum bisa pulang bersama kloternya.
PPIH terus berkoordinasi dengan petugas di Arab Saudi untuk memantau kondisi kesehatan.
"Kami terus memonitor. Semoga mereka segera sembuh dan bisa berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat," pungkas As'adul Anam.