Blora, MEMANGGIL.CO – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blora mendorong berbagai elemen masyarakat ikut turun tangan. Di tengah momentum pelantikan kepengurusan baru Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora periode 2026-2031, organisasi para purnabakti aparatur tersebut justru mengawali pengabdiannya dengan aksi sosial.

Sebanyak 50 tangki air bersih diberangkatkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.

Armada bantuan air bersih itu dilepas dari halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora, Rabu (12/8/2026). Pelepasan dilakukan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., yang akrab disapa Gus Arief, bersama Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, jajaran PWRI Provinsi Jawa Tengah dan PWRI Kabupaten Blora.

Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelantikan pengurus PWRI Kabupaten Blora. Bantuan tidak hanya menjadi simbol kepedulian organisasi, tetapi langsung diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.

Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. Bambang Sulistya, MMA., mengatakan bantuan air bersih sengaja ditempatkan sebagai kegiatan awal sebelum prosesi pelantikan. Menurut dia, PWRI ingin menunjukkan bahwa keberadaan organisasi tidak berhenti pada kegiatan internal, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saat ini Blora tengah membutuhkan air bersih karena mengalami kekeringan, mudah-mudahan bantuan air bersih ini yang kami koordinir dari berbagai pihak, terkumpul 45 tangki dan ditambahkan oleh Ibu Wakil Bupati 5 tangki sehingga ada 50 tangki yang hari ini mulai disalurkan,” ujar Bambang.

Sebanyak 45 tangki dihimpun PWRI dari berbagai pihak, kemudian ditambah lima tangki bantuan dari Wakil Bupati Blora. Total 50 tangki tersebut selanjutnya mulai didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.

Bantuan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana persoalan kekeringan di Blora membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas maupun masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan dampak kekeringan.

Usai pelepasan armada tangki air bersih, kegiatan berlanjut ke Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora untuk prosesi pelantikan pengurus PWRI Kabupaten Blora masa bakti 2026-2031.

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman. Hadir dalam kegiatan itu Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah Drs. Hendro Martoyo, MM., Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora, serta jajaran organisasi kemasyarakatan dan sejumlah unsur terkait di Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, Gus Arief menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PWRI Kabupaten Blora yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode baru mampu menjaga kekompakan organisasi sekaligus meningkatkan kontribusinya di tengah masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus yang tadi dilantik ini akan membawa amanah dan membawa PWRI semakin maju sehingga guyub rukun, aktif, dan bisa bermanfaat,” ujar Bupati Arief Rohman.

Bagi Pemkab Blora, PWRI memiliki posisi strategis karena anggotanya merupakan para purnabakti yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Pengalaman tersebut, kata Gus Arief, menjadi modal penting yang masih dibutuhkan pemerintah daerah. Karena itu, ia membuka ruang agar para senior di PWRI tetap memberikan pemikiran, masukan, kritik konstruktif, hingga nasihat bagi pemerintah dalam menjalankan pembangunan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi penghargaan setinggi-tingginya kepada PWRI Kabupaten Blora yang mana selama ini sudah bersinergi dengan Pemerintah, sudah membantu program-program Pemerintah dalam berbagai hal,” katanya.

Ia menilai masa purnabakti bukan berarti berhentinya pengabdian kepada daerah. Justru pengalaman yang dimiliki para anggota PWRI dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi pemerintahan saat ini dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan.

“Kami membutuhkan sumbangsih, pemikiran, saran, nasihat dari Bapak-Ibu semuanya para senior, bagaimana kita bersama-sama memajukan Kabupaten Blora yang kita cintai,” lanjutnya.

Gus Arief juga menyinggung kondisi pemerintah daerah yang saat ini harus melakukan efisiensi anggaran. Situasi tersebut, menurut dia, membutuhkan kreativitas serta kolaborasi agar berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat tetap dapat berjalan.

Karena itu, ia mendorong PWRI tidak hanya menjadi mitra dalam kegiatan seremonial, tetapi ikut memberikan gagasan yang dapat diterapkan pemerintah.

“Saya berharap ada gagasan masukkan ide apa di tengah-tengah situasi yang kita hadapi sekarang ini, dengan efisiensi yang ada dan juga mungkin keterbatasan program-program apa yang kira-kira nanti bisa kita sinergikan,” ungkapnya.

Menurut Gus Arief, masukan dari para purnabakti dapat menjadi salah satu sumber alternatif pemikiran bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan. Terlebih, para anggota PWRI telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai dinamika pemerintahan dan pembangunan.

Ia kemudian mengajak PWRI untuk ikut mengawal dan mendukung berbagai program pemerintah, baik program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun program Pemerintah Kabupaten Blora.

“Kita punya misi bagaimana mensukseskan program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan pelaksanaan program-program yang terkait dengan MBG, Kopdes Merah Putih, maupun yang lainnya ini, kami butuh dukungan dan saran masukkan dari Bapak-Ibu semuanya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap aksi sosial yang dilakukan PWRI. Ia menilai bantuan 50 tangki air bersih merupakan bentuk kepedulian yang konkret terhadap persoalan masyarakat.

Menurutnya, bantuan air bersih memiliki arti penting karena menyangkut kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.

“Bapak-Ibu sekalian, Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada PWRI dan juga segenap pihak yang telah memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat kami yang memang membutuhkan. Partisipasi untuk membantu masyarakat ini kami sambut dengan baik,” tutur Bupati.

Gus Arief berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada momentum pelantikan. Ia mendorong semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus dibangun untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang muncul di daerah.

Di tengah kekeringan yang terjadi, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah tanggap untuk meringankan beban warga. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak juga terus melakukan upaya penanganan sesuai kebutuhan wilayah yang terdampak.

Selain persoalan air bersih, Bupati Blora juga mengajak jajaran PWRI untuk ikut terlibat dalam pengembangan sektor produktif di Kabupaten Blora. Salah satunya melalui pembagian dan penanaman bibit pohon mangga.

Bibit mangga diserahkan Bupati kepada jajaran PWRI sebagai bagian dari dorongan terhadap gerakan penghijauan sekaligus pengembangan potensi pertanian di daerah.

Gus Arief juga mengajak PWRI memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian organik di Blora. Sektor pertanian dinilai memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat, sehingga perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Tidak hanya pertanian, pemerintah daerah juga mendorong penguatan sektor peternakan, termasuk pengembangan ayam kampung sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat.

Dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki para anggota PWRI, Bupati berharap organisasi tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah, khususnya dalam memberikan gagasan dan menggerakkan potensi masyarakat.

Rangkaian pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan PWRI Kabupaten Blora periode 2026-2031, prosesi pelantikan, sambutan Ketua PWRI Kabupaten Blora dan Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit mangga oleh Bupati Blora kepada pengurus PWRI dan perwakilan organisasi.

Momentum pelantikan tersebut pun menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru PWRI Kabupaten Blora dengan agenda yang tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga diarahkan untuk memperluas kontribusi sosial.

Dari halaman Setda Blora, 50 tangki air bersih diberangkatkan menuju masyarakat yang membutuhkan. Bagi PWRI, aksi tersebut menjadi pesan bahwa pengabdian tetap dapat dilakukan meski para anggotanya telah memasuki masa purnabakti.

Sementara bagi Pemerintah Kabupaten Blora, keterlibatan PWRI dalam membantu penanganan kekeringan sekaligus memberikan gagasan pembangunan menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan para senior yang pernah mengabdi dalam pemerintahan.

Gus Arief pun menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan kolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Dengan semangat guyub, rukun dan saling membantu, PWRI diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para purnabakti, tetapi juga tetap hadir sebagai kekuatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Blora.