Blora, MEMANGGIL.CO - Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman atau Gus Arief turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Sebanyak 10 tangki air bersih dikirim ke dua desa di Kecamatan Randublatung dan Kecamatan Jati, Kamis (13/8/2026).
Lima tangki air bersih disalurkan ke Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, sedangkan lima tangki lainnya dikirim ke Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati. Bantuan tersebut disalurkan di tengah musim kemarau yang masih berlangsung dan menyebabkan sejumlah wilayah mengalami keterbatasan sumber air.
Gus Arief datang bersama Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini. Penyaluran juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Armada tangki BPBD Blora dikerahkan dalam pendistribusian tersebut. Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter air bersih yang selanjutnya dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di Desa Pilang, Gus Arief bersama Wakil Bupati secara simbolis membuka kran tangki air. Kehadiran keduanya sekaligus untuk melihat kondisi masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Gus Arief mengatakan pemerintah tidak ingin masyarakat menghadapi persoalan kekurangan air sendirian. Karena itu, distribusi air dilakukan berdasarkan pemetaan terhadap wilayah yang mengalami dampak kekeringan.
"Hari ini kami melaksanakan dropping air bersih di Desa Pilang, Kecamatan Randublatung dan Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati. Sebelumnya kami juga sudah berkeliling ke beberapa desa untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan air bersih," kata Gus Arief.
Menurutnya, distribusi air bersih telah berlangsung hampir dua bulan. Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan tersebut masih akan berlanjut hingga September apabila kondisi kemarau belum berakhir.
"Selama hampir dua bulan ini dropping air terus kami lakukan dan diperkirakan kebutuhan tersebut masih berlangsung hingga September. Kami sudah memetakan kebutuhan di lapangan dan bersama-sama memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," ujarnya.
Gus Arief menyebut dampak kekeringan telah dirasakan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk menentukan wilayah yang menjadi prioritas penyaluran.
"Ada beberapa kecamatan di Kabupaten Blora yang memang sudah mengalami kekeringan. Mudah-mudahan kemarau ini tidak sampai berlarut panjang," katanya.
Penanganan kekeringan, lanjut Gus Arief, tidak cukup dilakukan oleh pemerintah daerah. Kolaborasi dengan berbagai pihak dibutuhkan agar distribusi air dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Pemkab Blora menggandeng sejumlah unsur, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Palang Merah Indonesia (PMI), serta pihak swasta dalam penanganan dampak kekeringan.
Gus Arief juga mengajak perusahaan dan dunia usaha di Blora untuk ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak.
"Mengingat kondisi kemarau diperkirakan masih cukup panjang, diperlukan kepedulian dan gotong royong dari semua pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan," ungkapnya.
Warga Pilang Tiga Bulan Kesulitan Air
Kepala Desa Pilang, Suyatno, mengatakan persoalan kekurangan air telah dirasakan warga selama kurang lebih tiga bulan. Kondisi tersebut membuat sumber air yang tersedia tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Kondisi kekeringan sudah berlangsung cukup panjang. Sudah sekitar tiga bulan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber air yang ada juga sangat terbatas," kata Suyatno.
Menurutnya, dropping air menjadi bantuan penting bagi warga selama sumber air di wilayah tersebut belum kembali mencukupi.
Salah seorang warga Dukuh Balongkare mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diterima. Ia berharap distribusi tidak berhenti selama masyarakat masih menghadapi dampak kemarau.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur ada bantuan dari Bapak Bupati, KORPRI dan BPBD. Tetap semangat dan jangan berhenti, karena bencana kemarau masih terjadi. Semoga semuanya lancar," tuturnya.
Usai menyalurkan bantuan di Desa Pilang, Gus Arief bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Blora menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau. Pemerintah daerah juga terus memetakan desa-desa yang mengalami kekurangan air agar bantuan dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan.