Blora, MEMANGGIL.CO -Penanganan kawasan Jembatan Kidangan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak cukup hanya dengan membenahi dan melengkapi fasilitas saja.

Satlantas Polres Blora mengingatkan bahwa perilaku pengguna jalan menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan, di tengah rencana pemerintah dan lintas instansi memperbaiki sejumlah fasilitas keselamatan di kawasan tersebut.

Kasatlantas Polres Blora, AKP Anggito Erry Kurniawan, melalui Kanit Turjawali Satlantas Polres Blora, Ipda Puguh Agung Dwi Pambuditomo, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian terhadap keselamatan lalu lintas di kawasan Jepon, khususnya Jembatan Kidangan.

“Baik, terima kasih warga sekitar yang telah peduli dengan keselamatan lalu lintas di kawasan Jepon khususnya,” kata Ipda Puguh.

Perhatian masyarakat tersebut kemudian mendorong pemangku kepentingan melakukan pengecekan dan menyiapkan sejumlah langkah penanganan.

Sebelumnya, kawasan Jembatan Kidangan kembali menjadi sorotan setelah dua kecelakaan lalu lintas terjadi dalam rentang waktu kurang dari lima jam.

Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 17.10 WIB dan melibatkan Yamaha R25 dengan Honda Megapro. Seorang pelajar berusia 13 tahun yang menjadi pembonceng Honda Megapro menjadi korban.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB, warga menyebut terjadi kecelakaan kedua yang melibatkan Kawasaki Ninja dan kendaraan roda empat.

Untuk kecelakaan kedua, polisi menyatakan belum menerima laporan resmi. Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora Ipda Bayu Destya mengatakan hal tersebut ketika dikonfirmasi mengenai peristiwa yang disebut terjadi pada malam hari.

“Sampai sekarang belum ada laporan, Mas,” kata Ipda Bayu, melalui pesan selularnya. 

Meski belum ada laporan resmi mengenai peristiwa kedua, rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian masyarakat dan pemangku kepentingan karena terjadi di kawasan yang sama.

Dishub/ Dinrumkimhub Kabupaten Blora kemudian melakukan survei lapangan bersama Satlantas Polres Blora. Hasil pengamatan awal menunjukkan adanya dua hal yang perlu diperhatikan, yakni kepadatan lalu lintas dan penyempitan jalan di kawasan jembatan.

Kasi MRLL Dishub/ Dinrumkimhub Kabupaten Blora Satriyo mengatakan kondisi tersebut akan menjadi bahan forum lalu lintas.

“Pertama terkait tingginya kepadatan lalu lintas, kemudian ada penyempitan jalan Jembatan Kidangan,” kata Satriyo.

Menurutnya, forum lalu lintas akan membahas mekanisme penanganan lanjutan atas seringnya kejadian kecelakaan di kawasan tersebut.

“Setelah hasil survei hari ini, kita akan mengadakan forum lalu lintas untuk mekanisme penanganan lanjutan terkait seringnya kejadian laka lantas di Jembatan Kidangan ini,” ujarnya.

Sejumlah langkah teknis telah mulai dipetakan. Perbaikan penerangan menjadi salah satu prioritas awal.

“Yang pertama, kita akan perbaiki untuk penerangan jalan yang ada di Jembatan Kidangan,” kata Satriyo.

Pemerintah daerah juga akan merumuskan pemasangan pita kejut.

“Terus yang kedua, akan kita rumuskan untuk pembuatan pita kejut di area ini. Mungkin itu langkah yang bisa kita lakukan dengan cepat,” ujarnya.

Satlantas Polres Blora juga memasukkan pita kejut dalam rencana pembahasan, baik sebelum maupun setelah jembatan.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Blora Ipda Hadi Sutomo mengatakan selain pita kejut, forum akan membahas zebra cross dan perbaikan lampu di sisi kanan serta kiri jembatan.

“Nanti minggu depan di forum membahas akan membahas juga zebra cross yang di timur jembatan, perbaikan lampu kanan kiri, pita kejut sebelum jembatan dan setelah jembatan,” kata Ipda Hadi.

Rencana tersebut akan dibahas bersama Satlantas, Dishub, PU dan Jasa Raharja.

“Itu nanti diforumkan dulu dengan adanya Satlantas, Dishub, PU dan Jasa Raharja,” ujarnya.

Dari sisi imbauan, Satlantas Polres Blora telah lebih dahulu memasang banner agar pengguna jalan berhati-hati.

“Dari Satlantas Polres Blora untuk mengantisipasi sudah melakukan pemasangan banner imbauan lalu lintas untuk berhati-hati,” kata Ipda Hadi.

Sementara Dishub/ Dinrumkimhub Kabupaten Blora juga merencanakan papan imbauan pada dua sisi kawasan jembatan. Satriyo mengatakan pembahasan akan melibatkan Jasa Raharja.

“Nanti untuk papan imbauan ada dua. Yang pertama di sebelah timur dan yang kedua ada di sebelah barat,” ujarnya.

Namun, seluruh fasilitas tersebut tidak serta-merta dapat dipasang dalam waktu bersamaan. Satriyo menegaskan bahwa penanganan harus melalui forum karena melibatkan lintas sektoral.

“Kalau untuk eksekusi, nanti kita bahas di forum. Kita belum bisa memastikan karena ini lintas sektoral,” katanya.

Tahap berikutnya adalah pemetaan prioritas.

“Nanti kita diskusikan di forum lalu lintas, nanti kita petakan untuk eksekusinya paling cepat kapan,” lanjut Satriyo.

Ketika ditanya apakah pelaksanaan sudah dapat dilakukan pada pekan depan, ia kembali menegaskan bahwa forum masih menjadi agenda awal.

“Kita forumkan dulu, minggu depan langkahnya tetap forum dulu,” ujarnya.

Di tengah rencana pembenahan fasilitas tersebut, Ipda Puguh menilai kepatuhan pengguna jalan tetap menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.

Ia mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati dan mematuhi tata tertib lalu lintas.

“Saya mengingatkan kepada diri saya sendiri, dan untuk pengguna jalan, agar tetap selalu berhati-hati dan taat pada tata tertib,” katanya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas keselamatan hanya akan efektif apabila diikuti perilaku berkendara yang disiplin.

“Karena pada dasarnya kecelakaan diawali dari pelanggaran,” tegas Ipda Puguh, selaku yang juga warga sekitar lokasi. 

Pesan tersebut menjadi penting karena kawasan Jembatan Kidangan memiliki karakteristik lalu lintas yang dinilai cukup padat dan terdapat penyempitan jalan.

Dalam kondisi seperti itu, pengendara perlu menyesuaikan kecepatan dan tidak memaksakan manuver. Jarak aman dengan kendaraan lain juga perlu diperhatikan, terutama ketika hendak mendahului atau berpindah jalur.

Pengendara sepeda motor juga perlu memastikan perangkat kendaraan berfungsi dengan baik, termasuk lampu penunjuk arah dan lampu utama. Hal tersebut penting agar keberadaan dan pergerakan kendaraan dapat diketahui pengguna jalan lain.

Sementara bagi pengemudi kendaraan roda empat, kewaspadaan terhadap kendaraan di depan dan kondisi sekitar juga menjadi bagian dari keselamatan.

Penanganan Jembatan Kidangan pada akhirnya membutuhkan dua pendekatan sekaligus. Pertama, memperbaiki kondisi dan fasilitas keselamatan jalan. Kedua, meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas.

Dari sisi fasilitas, sudah terdapat sejumlah rencana yang akan dibahas, mulai dari perbaikan penerangan, zebra cross, pita kejut hingga papan imbauan.

Dari sisi kepolisian, pemasangan banner imbauan telah dilakukan sebagai langkah awal sebelum forum lintas sektoral digelar.

Sementara dari masyarakat, perhatian dan aduan mengenai kondisi kawasan menjadi pemicu dilakukannya survei lapangan.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa penanganan Jembatan Kidangan kini memasuki tahap koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya.

Ipda Hadi mengatakan hasil forum nantinya akan segera ditindaklanjuti.

“Nanti hasil forum segera dieksekusi,” tegasnya.

Namun, sebelum langkah teknis tersebut direalisasikan, pengguna jalan tetap tidak dapat menunggu fasilitas baru untuk mulai berhati-hati.

Kepatuhan terhadap aturan, penggunaan kendaraan yang layak, pengaturan kecepatan, menjaga jarak aman dan kewaspadaan terhadap kendaraan lain tetap menjadi tindakan pencegahan yang dapat dilakukan sejak sekarang.

Jembatan Kidangan kini menjadi perhatian bersama bukan semata karena kecelakaan yang terjadi, tetapi karena adanya kebutuhan untuk membangun sistem keselamatan yang melibatkan fasilitas jalan dan perilaku manusia.

Forum lintas sektoral yang akan digelar menjadi tahap penting untuk memastikan perhatian masyarakat tersebut menghasilkan tindakan nyata. Hasilnya diharapkan mampu memetakan kebutuhan kawasan secara lebih menyeluruh sekaligus menentukan langkah yang dapat segera dilaksanakan.

Sembari menunggu hasil pembahasan, Satlantas Polres Blora mengajak seluruh pengguna jalan untuk tidak menganggap remeh setiap pelanggaran sekecil apa pun.

Sebab, sebagaimana ditegaskan Ipda Puguh, keselamatan lalu lintas pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan, tetapi juga oleh keputusan setiap orang yang berada di atasnya.