Cepu, MEMANGGIL.CO - RSUD dr. R. Soeprapto Cepu terus memperkuat edukasi mengenai keselamatan pasien melalui berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan konten video kreatif yang melibatkan langsung para pegawai dan pasien.

Melalui video edukasi yang dibuat oleh tim kreatif RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, rumah sakit tersebut menjelaskan pentingnya enam sasaran keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan kesehatan.

Video tersebut dikemas dengan mengambil situasi yang dekat dengan aktivitas pelayanan sehari-hari di rumah sakit. Sejumlah pegawai berperan sebagai tenaga kesehatan, sementara pasien juga dilibatkan dalam adegan untuk menggambarkan bagaimana penerapan keselamatan pasien dilakukan dalam pelayanan.

Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, melalui video edukasi yang dibuat tim kreatif rumah sakit, menyampaikan pesan mengenai pentingnya identifikasi pasien secara benar.

Salah satu adegan memperlihatkan seorang perawat yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada pasien.

“Selamat pagi, perkenalkan saya Tanti Nastiti, perawat jaga pagi,” ujar salah satu perawat dalam video edukasi tersebut, Senin (10/8/2026).

Perawat tersebut kemudian menanyakan identitas pasien sebelum melakukan pelayanan.

“Dengan Adik siapa?” ucapnya.

“Isabella,” jawab pasien.

Adegan kemudian berlanjut dengan kehadiran perawat lain pada waktu pelayanan berbeda. Perawat tersebut kembali menanyakan identitas pasien sebelum melakukan tindakan.

“Pagi Adik, ini saya mau ambil darahnya ya,” ucap perawat.

“Adik namanya siapa?” lanjutnya bertanya.

“Kan tadi udah,” jawab pasien.

Situasi serupa kembali diperlihatkan dalam adegan berikutnya. Seorang perawat hendak melakukan pemeriksaan terhadap pasien dan kembali menanyakan identitas.

“Ini saya cek tensi dulu ya, namanya siapa?” tanya perawat.

“Kok ditanyain terus sih,” ucap pasien.

Adegan tersebut sengaja dibuat untuk menggambarkan pertanyaan yang mungkin muncul dari pasien ketika identitasnya berulang kali ditanyakan oleh petugas kesehatan.

Namun, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menjelaskan bahwa kebiasaan menyapa dan memastikan identitas pasien bukan sekadar prosedur administratif maupun formalitas dalam pelayanan.

“Ini bukan prosedur biasa ya, menanyakan identitas pasien,” jelas pihak rumah sakit dalam video edukasi tersebut.

“Tapi untuk menjaga keselamatan pasien lewat enam standar keselamatan rumah sakit,” jelasnya lagi.

Identifikasi pasien menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan diberikan kepada orang yang tepat, tindakan yang tepat, serta sesuai dengan kebutuhan pasien.

Melalui video tersebut, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pertanyaan mengenai nama atau identitas pasien dapat dilakukan berulang kali oleh petugas kesehatan.

Hal itu bukan berarti petugas lupa terhadap pasien, melainkan menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan selama proses pelayanan berlangsung.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu kemudian menjelaskan enam sasaran keselamatan pasien yang menjadi perhatian dalam pelayanan di rumah sakit.

Pertama, mengidentifikasi pasien dengan benar.

Identifikasi pasien dilakukan untuk memastikan setiap tindakan, pemeriksaan, pemberian obat, pengambilan sampel, maupun pelayanan lainnya diberikan kepada pasien yang tepat.

Karena itu, pasien tidak perlu merasa heran apabila petugas kesehatan kembali menanyakan nama atau identitas sebelum melakukan tindakan tertentu.

Kedua, meningkatkan komunikasi efektif.

Komunikasi antara petugas kesehatan, pasien, keluarga pasien, maupun antarpetugas menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien. Informasi yang disampaikan harus jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami kondisi maupun kebutuhan pelayanan pasien.

Ketiga, meningkatkan kewaspadaan terhadap obat-obatan yang perlu diwaspadai.

Penggunaan obat membutuhkan perhatian dan kehati-hatian. Karena itu, rumah sakit menempatkan kewaspadaan terhadap obat-obatan tertentu sebagai salah satu sasaran keselamatan pasien.

Keempat, memastikan prosedur operasi dan lokasi pembedahan yang benar.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menekankan pentingnya kepastian prosedur operasi, termasuk memastikan lokasi pembedahan yang benar oleh DPJP atau dokter penanggung jawab pasien.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kesalahan dalam pelaksanaan tindakan medis, terutama pada pasien yang membutuhkan prosedur operasi.

Kelima, mengurangi risiko infeksi.

Upaya tersebut dilakukan dengan menerapkan lima momen dan enam langkah cuci tangan. Kebersihan tangan menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan pelayanan kesehatan.

Keenam, mengurangi risiko pasien cedera akibat terjatuh.

Keselamatan pasien juga mencakup upaya mencegah pasien mengalami cedera akibat terjatuh selama berada di lingkungan rumah sakit. Karena itu, faktor risiko pasien perlu diperhatikan dalam proses pelayanan.

Enam sasaran tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan rumah sakit. Melalui video edukasi tersebut, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu berupaya menyampaikan bahwa keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama.

Pelibatan pasien dalam video juga menjadi cara RSUD Cepu untuk menggambarkan situasi pelayanan secara lebih nyata. Dialog antara perawat dan pasien dibuat sederhana agar masyarakat dapat memahami alasan di balik prosedur yang mungkin terlihat berulang.

Salah satunya adalah ketika pasien merasa heran karena beberapa perawat kembali menanyakan namanya.

Bagi pasien, pertanyaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi pelayanan kesehatan, proses identifikasi memiliki arti penting untuk memastikan setiap tindakan diberikan kepada pasien yang tepat.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa prosedur keselamatan pasien membutuhkan kerja sama antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga.

Pasien diharapkan dapat memberikan informasi identitas dengan benar serta tidak keberatan ketika petugas kembali melakukan proses identifikasi sebelum pelayanan atau tindakan tertentu.

Sementara itu, tenaga kesehatan dituntut menjalankan prosedur keselamatan secara konsisten dalam setiap pelayanan.

Melalui konten edukasi yang dibuat oleh tim kreatif internal, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tidak hanya disampaikan melalui pelayanan langsung, tetapi juga dapat dikemas melalui media digital.

Keterlibatan para pegawai dalam pembuatan video sekaligus menjadi bagian dari upaya menyampaikan pesan rumah sakit dengan bahasa yang lebih ringan dan mudah dipahami masyarakat.

Video tersebut juga menjadi pengingat bahwa pelayanan rumah sakit tidak hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga pada aspek keamanan, ketepatan, komunikasi, pencegahan infeksi, hingga pencegahan risiko cedera pasien.

Dengan penerapan enam sasaran keselamatan pasien secara konsisten, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu berupaya menciptakan pelayanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kebiasaan sederhana seperti menanyakan kembali nama pasien, memastikan komunikasi, menjaga kebersihan tangan, memastikan prosedur tindakan, memperhatikan penggunaan obat, serta mencegah pasien jatuh merupakan bagian dari rangkaian besar keselamatan pasien.

Bagi RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan.

“Mutu dan keselamatan pasien adalah prioritas kami,” tegas pihak RSUD dr. R. Soeprapto Cepu.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa setiap prosedur yang dilakukan petugas kesehatan memiliki tujuan, termasuk pertanyaan sederhana mengenai identitas pasien yang dapat dilakukan berulang kali.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keselamatan pasien bukan sekadar aturan di atas kertas, tetapi harus diterapkan dalam setiap tahapan pelayanan di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu.