Cepu, MEMANGGIL.CO - RSUD dr. R. Soeprapto Cepu terus memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan On The Job Training (OJT) dengan tema “Tata Laksana Kasus Gadar Maternal Neonatal”.
Kegiatan OJT tersebut dilaksanakan selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, di Aula RSUD dr. R. Soeprapto Cepu. Pelatihan ditujukan bagi Tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) serta tim mampu persalinan dari sejumlah Puskesmas terpilih.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi pada ibu maupun bayi, khususnya pada masa persalinan dan periode neonatal.
Pelaksanaan OJT dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan Daerah Blora. Kegiatan menghadirkan pemateri yang memiliki kompetensi di bidang terkait, yakni dr. Tedy Heindrawan, Sp.OG dan dr. Aries Pradoto Yuwono, Sp.A.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Materi dan praktik dalam kegiatan OJT diarahkan pada tata laksana kasus yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Hal tersebut penting mengingat kondisi kegawatdaruratan pada ibu dan bayi membutuhkan respons tenaga kesehatan yang memiliki kesiapan kompetensi.
RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menjadi salah satu tempat pelaksanaan kegiatan karena memiliki peran dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Blora.
Keterlibatan Tim PONED dan tim mampu persalinan Puskesmas terpilih juga menjadi bagian penting dalam membangun jejaring pelayanan kesehatan antara rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Dalam pelayanan maternal dan neonatal, koordinasi antarfasilitas kesehatan menjadi salah satu aspek penting. Pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat memperoleh rujukan dan pelayanan sesuai tingkat kegawatdaruratan serta kemampuan fasilitas kesehatan.
Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas maupun rumah sakit diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan ibu dan bayi secara menyeluruh.
Kegiatan OJT “Tata Laksana Kasus Gadar Maternal Neonatal” juga menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan ketika menghadapi kondisi darurat.
Melalui proses pembelajaran dan praktik, peserta diharapkan semakin siap dalam mengambil tindakan sesuai standar pelayanan dan kewenangan masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman antara tenaga kesehatan yang berada di fasilitas pelayanan kesehatan berbeda.
Dengan adanya pemahaman dan kompetensi yang semakin baik, proses penanganan pasien diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi, terutama ketika menghadapi kasus yang membutuhkan tindakan segera.
RSUD dr. R. Soeprapto Cepu melalui kegiatan tersebut menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan bagi ibu dan bayi.
Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pelayanan yang aman dan berkualitas. Hal tersebut semakin penting pada pelayanan maternal dan neonatal karena kondisi pasien dapat berubah dengan cepat sehingga membutuhkan kesiapan petugas.
Selain meningkatkan kemampuan individu tenaga kesehatan, pelatihan juga diharapkan memperkuat kerja tim. Dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan, koordinasi antara dokter, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya menjadi bagian penting dari proses pelayanan.
Tim yang memiliki pemahaman dan keterampilan yang baik diharapkan mampu memberikan respons secara lebih terarah ketika menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan OJT yang berlangsung selama dua hari tersebut juga memperlihatkan kolaborasi antara RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dengan Dinas Kesehatan Daerah Blora dalam memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di daerah.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit sebagai fasilitas rujukan.
Sasaran kegiatan yang melibatkan Tim PONED dan tim mampu persalinan Puskesmas terpilih diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pelayanan masyarakat.
Kompetensi yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di masing-masing fasilitas kesehatan. Dengan demikian, peningkatan kapasitas tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diteruskan melalui penerapan di lapangan.
RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga terus mendorong agar tenaga kesehatan memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi pasien. Salah satunya melalui pembelajaran berkelanjutan dan penguatan keterampilan sesuai kebutuhan pelayanan.
Kegawatdaruratan maternal dan neonatal menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian serius. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada ibu dan bayi.
Karena itu, OJT yang digelar pada 12–13 Agustus 2026 tersebut tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan pengetahuan, tetapi juga bagian dari investasi sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan dalam pelayanan di masing-masing Puskesmas.
Dengan meningkatnya kompetensi tenaga kesehatan, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu bersama Dinas Kesehatan Daerah Blora berharap pelayanan kepada ibu dan bayi dapat semakin aman, responsif, dan berkualitas.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan membutuhkan kolaborasi dan pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui peningkatan kompetensi Tim PONED dan tim mampu persalinan, diharapkan jejaring pelayanan maternal dan neonatal di Kabupaten Blora semakin siap menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
RSUD dr. R. Soeprapto Cepu pun menegaskan pentingnya kebersamaan seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Bersama, tingkatkan kompetensi untuk pelayanan ibu dan bayi yang lebih aman dan berkualitas,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan OJT Tata Laksana Kasus Gadar Maternal Neonatal menjadi salah satu langkah RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang semakin aman dan berkualitas di Kabupaten Blora.