Sumedang, MEMANGGIL.CO – Program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto disambut hangat dan penuh rasa syukur oleh para penarik becak kayuh. Kehadiran becak listrik dinilai mampu mengurangi beban fisik para pengayuh sekaligus membantu meningkatkan perekonomian mereka.

Rasa bahagia tersebut salah satunya dirasakan Noehherawan, penarik becak berusia 55 tahun yang biasa mangkal di kawasan Jalan Surya Satria.

Noehherawan mengaku sangat bersyukur setelah mendapatkan bantuan becak listrik. Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar alat transportasi baru, tetapi juga menjadi sarana untuk meringankan pekerjaannya yang selama puluhan tahun mengandalkan tenaga fisik.

"Saya sangat senang sekali dengan adanya Presiden Pak Prabowo telah memberikan bantuan becak listrik," ungkapnya saat ditemui di lokasi penyerahan, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, keberadaan becak listrik ini sangat efektif untuk mengurangi beban fisik yang harus ditanggung para penarik becak sehari-hari.

Sebelum mendapat bantuan ini, Noehherawan mengaku telah menggantungkan hidupnya sebagai pengayuh becak gowes konvensional selama 25 tahun. 

Bertahan puluhan tahun mengandalkan tenaga fisik tentu bukan hal yang mudah, terlebih di usianya yang kini sudah tak lagi muda.

Dengan digantikannya becak gowes ke becak listrik, ia merasa tenaganya kini bisa jauh lebih hemat saat mencari nafkah. "Iya, bisa meringankan tenaga," tambahnya.

Meski kendaraan operasionalnya kini sudah jauh lebih modern dan tidak menguras tenaga, ia mengaku tidak akan menetapkan tarif khusus bagi para penumpangnya. Sistem pembayaran akan tetap berjalan secara fleksibel seperti biasanya.

"Tarifnya tidak ada, seikhlasnya penumpang saja," tuturnya ramah.

Program pemberian bantuan becak listrik ini diharapkan dapat terus berlanjut guna meringankan beban para pekerja sektor informal serta mendorong peningkatan taraf hidup perekonomian masyarakat kelas bawah.

Di Kabupaten Sumedang sebanyak 220 unit becak listrik disalurkan kepada pengemudi becak  melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sekaligus menjadi momentum transformasi becak tradisional menjadi moda transportasi yang lebih modern, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.