Sumedang, MEMANGGIL.CO — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang kritis, bijak, santun, dan kreatif.
Hal tersebut disampaikan Dony saat membuka Festival Literasi Sumedang 2026 di halaman depan Gedung Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Selasa (15/9/2026).
Festival Literasi Sumedang berlangsung selama tiga hari, 15–17 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, guru, serta berbagai lapisan masyarakat sebagai momentum untuk memperkuat budaya baca sekaligus meningkatkan kualitas literasi di Kabupaten Sumedang.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan yang telah menghadirkan kegiatan yang sangat bermakna dan berdampak, yakni Festival Literasi Sumedang,” ujar Dony.
Menurut Bupati, literasi harus dimaknai luas. Selain membaca, menulis, dan berhitung, masyarakat perlu memiliki kemampuan ‘membaca dunia’ dan ‘membaca zaman’ memahami persoalan, menyikapi perubahan, serta mengenali diri sendiri.
“Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami berbagai hal di sekitar kita. Setelah membaca, harus ada inspirasi dan motivasi yang mendorong kita menjadi lebih bijak dalam berpikir, lebih kritis menilai informasi, lebih santun dalam berbicara, dan lebih kreatif dalam berkarya,” jelasnya.
Dony juga mengingatkan pentingnya sikap kritis terhadap arus informasi. Ia meminta warga tidak sekadar cepat menerima dan menyebarkan berita tanpa memeriksa kebenarannya.
“Jangan hanya cepat membaca judul, tetapi tidak membaca isinya. Jangan cepat berkomentar sebelum memahami persoalannya,” tegasnya.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang Hari Tri Santosa mengatakan Festival Literasi diselenggarakan untuk mempromosikan layanan perpustakaan serta mengembangkan budaya baca masyarakat.
Festival menampilkan layanan cek kesehatan gratis, layanan kependudukan, mini job fair, pasar murah, pameran produk transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, pameran buku, gelar bicara, workshop digitalisasi perpustakaan, bedah buku, dan bincang literasi.
“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memberikan dampak positif terhadap pencapaian indikator literasi daerah. Kabupaten Sumedang saat ini meraih peringkat keempat dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam indikator kegemaran membaca,” kata Hari.
Festival yang menjadi hasil kerja sama beberapa dinas dan instansi diharapkan mampu memperluas manfaat perpustakaan sekaligus mendorong masyarakat semakin gemar membaca dan meningkatkan kemampuan literasinya.