Blora, MEMANGGIL.CO - Peristiwa orang tenggelam kembali terjadi di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Ngandong RT 01 RW 04, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan laporan awal yang diterima, korban diduga terpeleset saat berada di tepi sungai hingga jatuh dan tenggelam di aliran Bengawan Solo.
Koordinator TRC BPBD Blora, Agung Tri, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan kronologi singkat berdasarkan keterangan saksi di lokasi.
“Korban pada saat itu menuju ke tepi Sungai Bengawan Solo untuk buang air besar. Diduga terpeleset karena kondisi tepi sungai licin, kemudian jatuh ke sungai dan tenggelam,” ujarnya.
Korban dikabarkan bernama Gami, lahir pada 31 Desember 1950, beralamat di Dusun Ngandong RT 01 RW 04, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan.
Baca juga: Embung Karangjati Jadi Harapan Baru Petani Blora, Air Irigasi Diproyeksikan Jangkau 40 Hektare Sawah
Agung Tri menambahkan, kondisi sungai Bengawan Solo saat ini memiliki potensi bahaya, terutama pada malam hari dan saat musim hujan, karena debit air yang dapat berubah serta kontur bantaran sungai yang licin.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas di tepi sungai pada malam hari atau saat kondisi licin,” tegasnya.
Baca juga: Bupati Blora Minta Perbaikan Jalan Jalur Mudik Dipercepat Jelang Lebaran 1447 H
Lebih lanjut, Agung Tri juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi warga lanjut usia, serta perlunya pengawasan keluarga untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian kecelakaan di perairan Bengawan Solo dan menjadi pengingat bagi masyarakat akan risiko aktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu.
Editor : Redaksi