Blora, MEMANGGIL.CO - Jalan aspal berlubang di Kabupaten Blora banyak sekali. Salah satunya berada di kawasan perbatasan Desa Sonogede dan Desa Geneng, Kecamatan Jepon, akhirnya mendapat penanganan sementara melalui kegiatan pengurukan atau penggrosokan.
Diketahui, ruas jalan yang menghubungkan wilayah Kelurahan Jepon dan Desa Geneng ini sebelumnya dikeluhkan masyarakat karena kondisinya rusak dan sempat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Terlihat kegiatan penggrosokan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kecamatan Jepon, Polsek Jepon, Koramil Jepon, pemerintah desa, hingga masyarakat.
Camat Jepon, Andi Nurrohman, sebelumnya dalam sebuah kesempatan mengaku, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang cukup dalam telah lama menjadi perhatian masyarakat karena berada di jalur yang ramai dilalui kendaraan, terutama di sekitar kawasan Pasar Tiban Sonogede.
"Alhamdulillah pada hari ini kita bersama-sama melaksanakan kegiatan penggrosokan jalan yang berada di perbatasan Desa Sonogede dan Desa Geneng. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama karena kondisi jalan yang berlubang ini sudah cukup membahayakan pengguna jalan," ujar Camat Andi, panggilannya pada Memanggil.co, ditulis Jumat (5/6/2026).
Ia mengungkapkan, sebelum dilakukan penanganan, jalan tersebut sempat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Kondisi lubang yang berada di badan jalan dinilai berisiko bagi pengendara, terutama saat malam hari maupun ketika hujan turun.
"Sempat ada pengguna jalan yang jatuh (kecelakaan). Karena itu kami berinisiatif bersama unsur Forkopimcam dan masyarakat untuk melakukan penanganan sementara agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan," katanya.
Camat Andi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan aparatur pemerintah, tetapi juga menjadi wujud semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk merespons berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan publik.
"Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kecamatan Jepon, Polsek Jepon, Koramil Jepon, pemerintah desa, serta masyarakat. Ini menunjukkan bahwa persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat bisa diselesaikan bersama melalui semangat kebersamaan dan gotong royong," jelasnya.
Lebih lanjut, Andi mengatakan penggrosokan yang dilakukan saat ini merupakan langkah darurat agar jalan dapat dilalui dengan lebih aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi yang berwenang.
Ia berharap kondisi jalan yang telah diperbaiki sementara tersebut dapat mengurangi potensi kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan pasar.
"Kami berharap setelah dilakukan penggrosokan ini kondisi jalan menjadi lebih aman untuk dilalui. Tentu kami juga berharap ke depan dapat ada penanganan yang lebih permanen sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman dan selamat," ujarnya.
Selain menjadi akses penghubung antara Desa Sonogede dan Desa Geneng, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur yang cukup vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Lokasinya yang berada di sekitar Pasar Sonogede membuat arus kendaraan relatif padat, terutama pada hari-hari tertentu.
Karena itu, keberadaan jalan yang layak dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas warga sekaligus menunjang kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Camat Andi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik dari unsur TNI, Polri, pemerintah desa, maupun masyarakat yang secara sukarela membantu proses penggrosokan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut bergotong royong. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga keselamatan pengguna jalan," pungkasnya.