Bupati Blora Siapkan Pengawasan Ketat dan Evaluasi SPPG Jepon Seso 1

Reporter : Teguh Arianto
Bupati Blora, Arief Rohman. (dok, memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.COPolemik terkait paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora mendapat perhatian serius dari Bupati Blora, Arief Rohman.

Ia pun angkat bicara mengenai menu MBG versi Ramadan yang diduga tidak sesuai standar dan sempat didistribusikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepon Seso 1 kepada para penerima manfaat beberapa hari lalu.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan pengawasan lebih ketat terhadap operasional dapur MBG, terutama yang dikelola melalui SPPG di wilayah Kabupaten Blora.

Selain persoalan menu, ia juga menyoroti fasilitas dapur yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar operasional. Salah satunya terkait belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur yang sudah beroperasi tersebut.

Menurut Gus Arief panggilan akrabnya, persoalan tersebut perlu segera dievaluasi agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai ketentuan dan tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Sebagai langkah tindak lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berencana mengundang seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan SPPG di Kabupaten Blora untuk melakukan evaluasi bersama.

“Rencana hari Selasa akan diundang semua pemilik yayasan SPPG dan kepala SPPG se-Blora,” ujar Gus Arief, Jumat (6/3/2026).

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi forum koordinasi untuk memastikan setiap dapur MBG benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kualitas makanan, pengelolaan dapur, hingga fasilitas pendukung.

Seperti diketahui, dapur SPPG Jepon Seso 1 sebelumnya menjadi sorotan publik setelah muncul laporan mengenai kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat yang diduga tidak sesuai standar gizi yang diharapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Beberapa persoalan yang mencuat di antaranya temuan buah yang diduga busuk dalam menu makanan, ketidaksesuaian bahan makanan yang dikirim oleh pemasok, hingga belum terpasangnya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di dapur tersebut.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru