Blora, MEMANGGIL.CO - Bulan Ramadan 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Umat muslim diingatkan untuk memanfaatkan setiap waktu di bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Ketua Yayasan Khozinatul Ulum Al Amien, KH. Ahmad Zaki Fuad atau yang akrab disapa Gus Zaki mengatakan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh umat Islam.
“Ramadan itu bulan penuh berkah. Jadi waktunya dimanfaatkan betul, mulai pagi, sore, sampai malam untuk beribadah dan memperbanyak kebaikan,” ujar Gus Zaki, ditulis ulang pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, di dalam bulan Ramadan terdapat satu malam yang memiliki keutamaan luar biasa, yakni malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Ia menjelaskan bahwa waktu pasti datangnya malam tersebut dirahasiakan oleh Allah SWT agar umat Islam terus meningkatkan ibadah sepanjang Ramadan.
“Malam yang lebih baik dari seribu bulan itu ada di bulan Ramadan, tapi kapan tepatnya dirahasiakan oleh Allah,” jelasnya.
Alumni Universitas Al-Azhar itu menuturkan bahwa keistimewaan Ramadan merupakan anugerah khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Hal ini karena usia umat Nabi Muhammad relatif lebih pendek dibandingkan umat terdahulu.
“Umat Nabi Muhammad umurnya relatif pendek, tidak seperti umat terdahulu yang bisa ratusan tahun. Tapi diberi satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan,” katanya.
Menurut Gus Zaki, seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun. Karena itu, setiap amal kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
“Satu kebaikan di malam Lailatul Qadar nilainya seperti beribadah lebih dari 80 tahun,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Setiap malam Ramadan sebaiknya diisi dengan berbagai ibadah seperti salat, dzikir, membaca Al-Qur’an, maupun amal kebaikan lainnya.
“Jangan sampai malam Ramadan terlewat tanpa ibadah,” tegasnya.
Selain itu, Gus Zaki juga mengajak masyarakat untuk mengisi bulan Ramadan dengan berbagai aktivitas positif yang dapat meningkatkan kualitas ibadah.
Ia menekankan bahwa puasa Ramadan merupakan kewajiban yang hanya berlangsung selama 30 hari dalam setahun.
“Dalam setahun ada 365 hari, kita hanya diminta berpuasa 30 hari. Jangan sampai yang sedikit itu masih ditawar-tawar,” ujarnya.
Lebih lanjut, putra pertama dari pengasuh Ponpes Khozinatul Ulum Blora, KH. Muharror Ali itu berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri serta memperbanyak amal kebaikan.
Editor : Redaksi