Blora, MEMANGGIL.CO - Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, kembali pulang ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah, untuk menghadiri tahlilan 100 hari meninggalnya sang ayah.
Kepulangan Arhan kali ini bukan untuk agenda olahraga, melainkan untuk mengikuti rangkaian doa bersama keluarga dalam suasana yang penuh haru.
Baca juga: Ansor Blora Buka Posko Mudik di Lima Titik, Siaga 24 Jam
Acara tahlilan digelar secara sederhana di rumah keluarga dan dihadiri kerabat serta warga sekitar yang turut memberikan doa bagi almarhum.
“Digelar sederhana,” demikian suasana yang tergambar dari kegiatan beberapa hari lalu, ditulis Kamis (19/3/2026).
Meski berlangsung tanpa kemewahan, suasana tahlilan terasa khidmat dengan lantunan doa yang dipanjatkan bersama.
“Penuh doa dan khidmat,” menggambarkan jalannya acara.
Sejumlah warga tampak berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga Arhan sekaligus mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik.
Kehadiran masyarakat menunjukkan kedekatan keluarga Arhan dengan lingkungan sekitar di Blora.
“Warga ikut mendoakan,” menjadi gambaran kebersamaan dalam momen tersebut.
Bagi Arhan, kehadirannya di tahlilan 100 hari ini menjadi bentuk penghormatan dan bakti kepada sang ayah yang telah wafat pada Desember 2025 lalu.
Di tengah kesibukannya sebagai pesepak bola profesional, Arhan tetap menyempatkan diri pulang untuk mengikuti tradisi keluarga tersebut.
Baca juga: Banyak Aduan Warga, Wabup Blora Sidak Dapur SPPG Gedang Becici
“Keluarga tetap prioritas,” tercermin dari langkah yang diambilnya.
Momen ini sekaligus menjadi pengingat kuatnya nilai kekeluargaan yang masih dijaga, di tengah karier Arhan di dunia sepak bola nasional maupun internasional.
Dengan berlangsungnya tahlilan tersebut, keluarga berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi amal bagi almarhum serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Editor : Redaksi