Tuban, MEMANGGIL.CO – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengingatkan Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) agar memperkuat rantai pasok bahan baku. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan bahan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap terjaga setiap hari.
“Dalam rantai pasok tersebut, pelaku UMKM turut dilibatkan sebagai pemasok, termasuk Koperasi Merah Putih,” ungkap Sony Sanjaya, dikutip Kamis (9/4/2026).
Sony Sanjaya menambahkan, meski Satgas awalnya fokus pada pembangunan dapur, peran mereka kini diperluas untuk mengawasi rantai pasok. Hal ini penting mengingat program prioritas Presiden MBG memiliki anggaran yang sangat besar sehingga membutuhkan pengawasan ketat dari berbagai pihak.
Ia menekankan bahwa lapisan pengawasan pertama justru berasal dari masyarakat. Setiap SPPG diwajibkan memiliki media sosial untuk mempublikasikan menu dan harganya, sehingga masyarakat dapat langsung memantau dan mengontrol pelaksanaan program.
Baca juga: PT Semen Indonesia Masih Bungkam Atas Insiden Pekerja Terbakar Akibat Ledakan Trafo di Pabrik Tuban
“Artinya, masyarakat bisa langsung melakukan kontrol,” jelasnya.
Selain pengawasan masyarakat, ia mengaku program MBG juga diawasi oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), serta aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian.
Baca juga: Laka Kerja, Ledakan Trafo di Pabrik Semen Indonesia Tuban Lukai Pekerja PT Swabina Gatra
Dengan pengawasan berlapis ini, Sony berharap program MBG dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan balita.
Editor : Abdul Rohman