Tuban, MEMANGGIL.CO - Di balik kesibukannya di dunia kesehatan dan organisasi, drg. Ika Roudlotus Saadah tetap menjalankan peran sebagai ibu sekaligus pengelola rumah tangga.
Tantangan terbesar baginya adalah menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan keluarga.
Baca juga: Polemik Dugaan Iuran SSN di SMPN 2 Tunjungan Blora, Saling Bantah Muncul di Internal Sekolah
Kiprahnya menjadi potret nyata bahwa semangat Kartini tidak berhenti di buku sejarah, tetapi terus hidup dalam profesi, pengabdian, dan kerja nyata perempuan Indonesia hari ini, termasuk di Kabupaten Tuban.
Hal itu tercermin dari sosok lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga angkatan 2007 tersebut.
Selain bertugas sebagai dokter gigi di Puskesmas Kerek, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PDGI Cabang Tuban serta Bendahara LKNU PCNU Tuban.
Sejumlah peran itu ia jalani dengan satu tujuan yang sama, memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Dalam kesehariannya, drg. Ika mengandalkan kedisiplinan waktu, komunikasi yang baik dengan keluarga, serta kesadaran penuh dalam menjalani setiap peran yang diemban.
“Kalau di tempat kerja saya fokus pada pasien, di rumah saya fokus pada keluarga. Semua harus dijalani dengan seimbang,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Perempuan dalam Dunia Kesehatan yang Kian Kuat
Menurut drg. Ika, peran perempuan di dunia kesehatan saat ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Perempuan tidak lagi hanya berada di garis depan pelayanan teknis, tetapi juga mulai banyak menduduki posisi strategis dalam pengambilan keputusan.
“Perempuan di dunia kesehatan sekarang semakin kuat dan strategis. Tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai pemimpin layanan dan penggerak edukasi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai, kehadiran perempuan membawa nilai lebih dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam hal ketelitian, empati, dan kepekaan terhadap pasien.
Semangat Kartini dalam Pengabdian
Bagi drg. Ika, Hari Kartini bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan pengingat akan semangat perjuangan yang terus relevan hingga hari ini.
“Semangat Kartini itu tentang keberanian untuk terus belajar dan memberi manfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Dalam profesinya sebagai dokter gigi, ia memaknai pekerjaan bukan hanya sebagai rutinitas medis, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Setiap pasien diperlakukan dengan penuh perhatian dan tanggung jawab.
“Melayani dengan hati, terus meningkatkan kompetensi, dan tetap rendah hati adalah prinsip yang selalu saya pegang,” tambahnya.
Baca juga: Glamour Pool Tuban Kembali Kobarkan Semangat Atlet Lewat Turnamen Nine Ball 2026
Fondasi Kekuatan
Perjalanan karier drg. Ika tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia menyebut suami, anak, dan keluarga sebagai fondasi utama yang membuatnya mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.
“Dukungan keluarga sangat besar. Itu yang membuat saya kuat dan bisa menjalani semuanya dengan lebih tenang,” katanya.
Baginya, keberhasilan perempuan bukanlah perjalanan individu semata, melainkan hasil dari lingkungan yang saling menguatkan.
Tantangan dan Peluang
Perkembangan teknologi di era digital membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan. Bagi drg. Ika, hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perempuan untuk terus berkembang.
“Perempuan harus terbuka terhadap perubahan dan terus belajar, terutama dalam perkembangan teknologi kedokteran dan edukasi digital,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi bukan hanya untuk efisiensi kerja, tetapi juga untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Pesan untuk Generasi Perempuan Muda
Baca juga: Modus Ganti Foto di UTBK 2026, Unesa Ungkap Dugaan Jaringan Perjokian Nasional
Kepada perempuan muda yang ingin meniti karier di dunia medis, khususnya kedokteran gigi, drg. Ika berpesan agar tidak takut untuk bermimpi dan menjalani proses dengan konsisten.
Profesi dokter gigi, menurutnya, membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan komitmen jangka panjang.
“Jangan ragu untuk berproses. Jadilah perempuan yang berilmu, berakhlak, dan memiliki empati tinggi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan nilai penting dalam kehidupan, yakni Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Harapan untuk Perempuan Indonesia
Menutup kisahnya, drg. Ika menyampaikan harapan agar perempuan Indonesia semakin berdaya dan percaya diri dalam berbagai bidang kehidupan.
“Saya berharap perempuan Indonesia semakin mandiri, berpendidikan, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur sebagai perempuan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting, tidak hanya dalam pembangunan bangsa, tetapi juga sebagai pilar utama dalam keluarga.
Editor : Abdul Rohman