Gelar Wisuda, 97% Lulusan Ubaya Sudah Bekerja

Reporter : Saputra
Ratusan lulusan Ubaya saat di wisuda. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Universitas Surabaya (Ubaya) mewisuda 962 lulusan program Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor. 

Kegiatan yang dikemas Rapat Terbuka Senat Ubaya ini dihelat di Grand Ballroom The Westin, Surabaya pada Sabtu (25/04/2026). 

Pada periode ini, sejumlah 962 wisudawan ini. terdiri dari 2 lulusan program Diploma, 780 lulusan program Sarjana, 119 lulusan program Magister, 1 lulusan program Doktor, dan 60 lulusan program Profesi resmi menyandang gelar alumni. 

Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto menjawab kekhawatiran orang tua terkait masa depan para lulusan. 

Benny menuturkan, seluruh lulusan sudah melewati empat tahapan pembentukan karakter, sehingga siap memasuki dunia kerja profesional. 

Tahap tersebut meliputi inisiasi pembentukan karakter dan kepemimpinan dasar, pertumbuhan karakter, eksplorasi potensi, serta pendewasaan melalui pendampingan karir. 

“Kami dengan bangga menyampaikan bahwa 97 persen lulusan Ubaya diterima bekerja kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan studi. Selain itu, pekerjaan yang dilakukan relevan dengan bidang studi yang ditempuh” jelas Benny.

Wisudawan yang merupakan saudara kembar, Kevin Tanli dan Patrick Tanli, menyebut telah diterima di perusahaan multinasional bahkan sebelum lulus. 

Kedua mahasiswa Program Studi Akuntansi FBE Ubaya ini turut menorehkan berbagai capaian yang membanggakan di antaranya lulus meraih predikat Summa Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3.9. 

Selain itu, mereka aktif memenangkan berbagai kompetisi nasional serta menjadi asisten dosen selama masa perkuliahan. 

Keduanya juga telah bekerja di perusahaan internasional sebelum lulus studi. Saat ini, Kevin bekerja di EY (Ernst & Young), salah satu dari empat kantor akuntan publik terbesar di dunia. Sementara itu, Patrick juga telah bekerja di Philip Morris International. 

"Pesan kami, hadapi apa pun rintangan yang ada di depan. Orang tidak peduli apa yang sedang kamu pikul, melainkan hanya peduli dengan hasilnya. No need to shout, excellence speaks," kata Patrick.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru