MEMANGGIL.CO - Pasar tradisional Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora kini dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah dengan Pemerintah Desa (Perdes) pada tahun 2023, setelah dilakukan kajian oleh pihak kabupaten.

Kepala Desa Bogorejo, Farid Aang Mualifi, menjelaskan bahwa untuk retribusi pasar, pihaknya menetapkan biaya sebesar Rp 15.000 per bulan untuk pedagang yang menempati ruko atau bedak di pasar. Sedangkan untuk pedagang kaki lima, dikenakan retribusi Rp 1.000 per hari.

"Untuk retribusi pasar, bagi pedagang ruko itu sebesar Rp 15.000 per bulan dan bagi pedagang kaki lima Rp 1.000 per hari," ungkapnya, ditulis Sabtu (12/4/2025).

Menurut Farid, pasar tradisional Desa Bogorejo memiliki sekitar 50 bedak atau ruko yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, seperti pakaian, sembako, hingga bahan pertanian.

Mengenai pemasukan, BUMDes Desa Bogorejo mencatatkan omset kotor bulanan sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Omset tersebut digunakan untuk membiayai berbagai keperluan, mulai dari honor petugas pasar hingga biaya untuk listrik dan kebersihan pasar.

"Pendapatan kotor per bulan sekitar Rp 2.500.000 sampai Rp 3.000.000. Itu untuk honor petugas, bayar listrik, dan kebersihan pasar," jelasnya.

HUT RI

Farid juga menegaskan bahwa pengelolaan pasar tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali BUMDes, termasuk pengelolaan area parkir.

"Semua pengelolaan pasar, termasuk parkir, kami serahkan pada BUMDes," tandasnya.

Dinas PMD Blora Respons Positif Langkah Pemdes Bogorejo

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Desa Bogorejo yang mengelola pasar tradisional melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Yayuk, pengelolaan pasar melalui BUMDes merupakan langkah yang positif dalam memberdayakan ekonomi desa dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan desa.

"Tentunya selain mendukung perekonomian desa, juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam mengelola sumber daya yang ada," ujarnya.