MEMANGGIL.CO - Kamu pasti sering dengar kalimat, “investasi itu penting.” Tapi pertanyaannya, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mulai investasi? Apakah harus nunggu umur 30? Tunggu gaji naik? Atau sampai ekonomi benar-benar stabil?

Pertanyaan ini wajar banget, apalagi buat kamu yang masih di awal perjalanan finansial.

Nah, biar nggak makin bingung, yuk kita bahas waktu ideal untuk mulai investasi plus apa aja yang perlu kamu siapin biar keputusanmu makin mantap.

1. Semakin Cepat, Semakin Baik, Tapi Nggak Asal Gas

Secara teori, semakin cepat kamu mulai investasi, makin besar potensi hasilnya di masa depan. Ini karena efek compounding atau bunga berbunga yang bekerja secara maksimal dalam jangka panjang.

Contohnya, kalau kamu mulai investasi Rp500 ribu per bulan sejak usia 23, hasilnya bisa jauh lebih besar dibanding kamu mulai usia 30, meski jumlah investasinya sama. Tapi, ini bukan berarti kamu harus buru-buru asal nyemplung.

Ingat, keuangan itu kayak bangunan kalau fondasinya belum kuat, jangan buru-buru bangun lantai atas.

2. Cek Dulu Kondisi Keuanganmu

Sebelum mulai investasi, penting banget untuk memastikan tiga hal ini udah aman:

  • Dana Darurat: Punya dana darurat itu wajib. Idealnya 3–6 bulan pengeluaran bulanan. Fungsinya? Buat jaga-jaga kalau ada kondisi tak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendadak lainnya. Jadi kamu nggak perlu tarik investasi di waktu yang salah.
  • Bebas Utang Konsumtif: Kalau kamu masih punya cicilan kartu kredit atau pinjaman online berbunga tinggi, sebaiknya lunasi dulu. Kenapa? Karena bunga utang biasanya lebih tinggi daripada return investasi, jadi investasimu malah bisa “kalah”.
  • Arus Kas Positif: Pastikan penghasilanmu lebih besar dari pengeluaran. Kalau keuangan masih “gali lubang tutup lubang”, sebaiknya perbaiki dulu alur cash flow sebelum mulai investasi.

3. Tentukan Tujuan Investasi

Investasi itu nggak cuma soal “nambah duit”, tapi juga soal tujuan. Mau beli rumah? Dana pensiun? Biaya pendidikan anak? Dengan tujuan yang jelas, kamu bisa lebih mudah menentukan instrumen investasi yang sesuai, baik dari segi risiko maupun jangka waktu.

Misalnya, untuk tujuan jangka pendek (di bawah 3 tahun), reksa dana pasar uang bisa jadi pilihan.

Tapi untuk tujuan jangka panjang, kamu bisa pertimbangkan saham atau reksa dana saham yang memang punya potensi hasil lebih besar tapi fluktuasinya juga lebih tinggi.

HUT RI

4. Jangan Tunggu “Momen Sempurna”

Banyak orang ragu mulai investasi karena merasa “belum waktunya” misalnya karena ekonomi lagi lesu atau pasar sedang turun.

Padahal, justru saat pasar turun bisa jadi momen yang bagus untuk beli instrumen investasi dengan harga lebih murah.

Yang penting adalah konsistensi dan strategi jangka panjang. Nggak perlu nunggu semua kondisi sempurna. Selama kamu sudah siap secara finansial dan mental, nggak ada alasan untuk terus menunda.

5. Mulai dari yang Kecil, Pahami Risikonya

Nggak usah langsung besar. Mulai aja dari yang kecil, misalnya Rp100 ribu di reksa dana. Yang penting, kamu paham dulu profil risikomu apakah kamu tipe konservatif, moderat, atau agresif.

Hindari ikut-ikutan tren atau investasi karena FOMO, tapi nggak ngerti tujuannya. Semua investasi punya risiko, dan tugas kita bukan menghindari risiko, tapi mengelola risiko dengan strategi yang tepat.

Jadi, Kapan Waktu Terbaik Mulai Investasi?

Jawabannya: saat kamu sudah siap. Siap secara finansial, mental, dan tahu tujuannya. Nggak perlu tunggu kaya dulu karena justru dengan investasi, kamu bisa membangun kekayaan secara bertahap.

Ingat, tiap orang punya waktu dan perjalanan finansial yang berbeda. Semoga bermanfaat!