Blora, MEMANGGIL.CO - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dalam mengembangkan potensi wisata desa kembali ditegaskan. Bupati Blora, H. Arief Rohman, mendorong para pemuda Kecamatan Jiken untuk mengambil peran utama mengelola wisata religi Kedung Masoan agar mampu tumbuh menjadi destinasi unggulan baru.
Dorongan itu disampaikannya saat berdialog dengan para pemuda, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pengelola setempat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan bahwa generasi muda harus tampil di garda terdepan dalam memajukan potensi wisata daerah.
“Pemuda harus menjadi motor penggerak. Mereka memiliki kreativitas, semangat, dan kemampuan adaptasi teknologi. Jika dikelola dengan baik, Kedung Masoan bisa berkembang pesat dan menjadi ikon wisata religi baru Blora,” tegas Gus Arief, panggilan Bupati Blora, ditulis Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, Kedung Masoan tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, pengelolaan wisata harus terintegrasi dengan penguatan UMKM, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan warga lokal.
“Kita ingin wisata ini berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Warung kuliner, produk kerajinan, homestay, hingga jasa pemandu wisata harus tumbuh. Di situlah peran pemuda sangat strategis,” ujarnya.
Gus Arief juga meminta dinas terkait, seperti Dinporabudpar, Dinas PMD, serta Dinas Koperasi dan UKM untuk memberikan pendampingan intensif kepada kelompok pemuda dan Pokdarwis setempat.
Pendampingan meliputi manajemen destinasi, promosi digital, penataan kawasan, hingga penyusunan paket wisata religi.
“Kita siapkan pendampingan agar pengelolaan tidak asal jalan. Harus profesional, tertata, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan pemuda Jiken, Ghufron, menyambut positif arahan dan dorongan langsung dari Bupati Blora.
Ia menyatakan kesiapan generasi muda untuk terlibat aktif membangun wisata religi Kedung Masoan.
“Kami para pemuda Jiken siap bergerak dan berinovasi. Dorongan langsung dari Pak Bupati menjadi semangat besar bagi kami untuk serius mengelola Kedung Masoan agar bisa dikenal luas,” ujarnya.
Ghufron mengungkapkan, selama ini para pemuda telah mulai melakukan berbagai upaya sederhana, seperti kerja bakti rutin, penataan lingkungan, hingga promosi melalui media sosial.
Namun, ia mengakui masih membutuhkan pendampingan, pelatihan, serta dukungan infrastruktur agar pengelolaan wisata bisa lebih maksimal.
“Kami ingin Kedung Masoan tidak hanya ramai saat momen tertentu, tapi bisa menjadi destinasi yang hidup sepanjang tahun. Untuk itu, kami berharap ada pendampingan berkelanjutan dari pemerintah,” katanya.
Ia juga menegaskan, keterlibatan pemuda bukan semata untuk mengejar keuntungan ekonomi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga nilai sejarah, spiritual, dan kearifan lokal yang melekat di Kedung Masoan.
“Kami ingin tetap menjaga kesakralan dan nilai religius tempat ini. Pengembangan wisata harus seimbang antara aspek ekonomi, budaya, dan spiritual,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemuda, dan masyarakat, pengembangan wisata religi Kedung Masoan diharapkan mampu menjadi contoh sukses pemberdayaan desa berbasis potensi lokal.
Pemkab Blora menargetkan kawasan ini dapat tumbuh sebagai destinasi unggulan baru yang tidak hanya menarik peziarah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar.