Mojokerto, MEMANGGIL.CO – Memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 pada Selasa (17/3/2026), Polres Mojokerto Polda Jawa Timur terus mengintensifkan pengamanan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama periode libur Lebaran.
Sebagai bagian dari strategi pengamanan, Polres Mojokerto telah mendirikan tiga pos utama yang tersebar di sejumlah titik vital.
Ketiga pos tersebut meliputi Pos Pelayanan (Posyan) Sendi di Kecamatan Pacet, Pos Pengamanan (Pospam) Kenanten di Kecamatan Puri, serta Pospam Cembor di Kecamatan Trawas.
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, menegaskan bahwa pendirian pos-pos tersebut bertujuan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik dan wisatawan yang melintasi wilayah Mojokerto.
“Pos yang kami dirikan ini merupakan bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama libur Lebaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Andi mengungkapkan bahwa selama tiga hari pertama operasi, pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lima isu utama yang menjadi fokus pengamanan.
Kelima isu tersebut meliputi potensi bencana banjir, kelancaran arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, serta aktivitas silaturahmi dan kunjungan wisata masyarakat.
Ia menekankan bahwa kawasan Pacet dan Trawas menjadi perhatian khusus karena dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir, terutama saat cuaca ekstrem.
“Salah satu perhatian utama dalam pelayanan pengamanan tahun ini adalah potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir,” kata AKBP Andi.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Mojokerto memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan pemantauan intensif, khususnya di jalur wisata pegunungan. Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan kendaraan yang melintas guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Kami bersinergi dengan lintas sektor untuk melakukan pemantauan serta pengecekan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman dan kondisi ban,” jelasnya.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui peningkatan patroli rutin, menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa fenomena El Nino masih berpotensi berlangsung hingga pertengahan April 2026.
Meski demikian, hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Mojokerto terpantau aman dan belum ditemukan potensi bencana yang signifikan.
Dari sisi lalu lintas, Kapolres menyebut pergerakan kendaraan yang melintas di wilayah Mojokerto masih didominasi oleh aktivitas lokal. Hal ini menunjukkan bahwa arus mudik antarprovinsi belum mengalami peningkatan signifikan.
“Untuk saat ini, pergerakan kendaraan masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada hari-hari awal operasi ini,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan operasi ini, Polres Mojokerto menerjunkan sekitar 150 personel yang terlibat langsung. Jumlah tersebut diperkuat oleh personel dari jajaran Polsek di jalur utama dan kawasan wisata, serta dukungan dari berbagai instansi terkait.
“Jika digabung dengan personel dari polsek jalur, polsek wisata, dan instansi lain, total kekuatan pengamanan mencapai hampir 400 personel,” terang Andi.