Surabaya, MEMANGGIL.CO - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya perluas jejaring akademik global dengan mengikuti forum akademik internasional di Universidade Da Paz (UNPAZ), Timor Leste.

Forum internasional bertemakan Sustainable Infrastructure Development and FIDIC Contracts in Developing Countries (Balancing Risk, Cost, and Quality) ini menjadi bagian strategis dalam upaya Untag Surabaya menuju World Class University. 

Selain itu, melalui kegiatan internasional ini dapat memperkuat kolaborasi lintas negara, pertukaran gagasan akademik, serta pengembangan kerja sama kelembagaan di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Dua akademisi dari Fakultas Teknik Untag Surabaya hadir sebagai narasumber utama dalam penyelenggaraan forum internasional yang berlangsung pada Kamis (21/05/2026) ini. 

Keduanya adalah Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil Untag Surabaya, Dr. Ir. Hanie Teki Tjendani, S.T., M.T. dan Wakil Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Dr. Ir. Faradlillah Saves, S.T., M.T. 

Dalam forum yang dimoderatori dosen Teknik Sipil UNPAZ Ir. Cesaltina da Costa Moreira, S.T., M.T., ini Dr. Ir. Hanie Teki Tjendani menjelaskan penggunaan standar kontrak internasional FIDIC yang menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan tata kelola proyek infrastruktur secara profesional dan berkelanjutan. 

“Negara berkembang saat ini menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur, mulai dari keterbatasan anggaran, kompleksitas regulasi, hingga risiko keterlambatan proyek. Implementasi kontrak FIDIC memberikan kerangka kerja yang jelas agar setiap pihak memiliki tanggung jawab yang terukur, sehingga kualitas pembangunan dapat tetap terjaga,” terangnya.

Hanie menambahkan bahwa pendekatan berbasis standar internasional tidak hanya berdampak pada aspek teknis. 

"Tetapi juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum dalam pelaksanaan proyek konstruksi," imbuh Hanie. 

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya Dr. Ir. Faradlillah Saves, S.T., M.T. memaparkan materi bertajuk Water Resources Engineering for Sustainable Infrastructure Development. 

Sate Pak Rizki

Dalam pemaparannya, Saves menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur keairan yang berkelanjutan dan adaptif sebagai solusi menghadapi perubahan iklim, banjir perkotaan, hingga krisis air bersih di masa depan. 

“Pengembangan smart and resilient water infrastructure melalui pemanfaatan teknologi seperti IoT, AI, dan sistem monitoring real-time menjadi langkah strategis untuk mendukung pengelolaan air yang lebih efektif dan tangguh terhadap bencana,” jelasnya. 

Saves juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur modern tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan dan ketahanan jangka panjang. 

“The future of civil engineering is not only about construction, but about sustainability and resilience,” ucapnya. 

Selain seminar internasional, agenda tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Untag Surabaya dan UNPAZ Timor Leste. 

MOU ini sebagai bentuk penguatan kerja sama institusional dalam bidang pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, hingga penyelenggaraan program akademik berskala global.

Dengan terbangunnya kolaborasi bersama institusi luar negeri, Untag Surabaya berharap dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama strategis yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan inovasi, serta penguatan daya saing lulusan di tingkat global.