Surabaya, MEMANGGIL.CO - Petugas kesehatan dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya memasang ratusan perangkap tikus di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. (AHES), Selasa (14/04/2026). 

Pemasangan jebakan tikus ini sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan menjelang kedatangan jemaah haji tahun 2026.

Selain itu, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian risiko lingkungan, mengingat tikus merupakan salah satu hewan pembawa penyakit yang dapat mengancam kesehatan jemaah. 

Terlebih, Asrama Haji menjadi lokasi transit ribuan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. 

Petugas Tim Kerja Risiko Lingkungan BBKK Surabaya, Dya Candra, menjelaskan bahwa pemasangan perangkap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan lingkungan tetap aman dan higienis. 

“Kegiatan hari ini kami melakukan pemasangan trapping tikus sebanyak seratus perangkap. Perangkap tersebut kami sebar mulai dari halaman depan, area parkir, selasar gedung, kamar-kamar, dapur, hingga tempat pembuangan sampah yang dianggap rawan,” ungkap Dya Candra. 

Dalam pemasangan perangkap tersebut, petugas menggunakan umpan berupa kelapa bakar. 

Umpan ini dipilih karena memiliki aroma yang kuat dan telah menjadi standar dalam pengendalian tikus di berbagai fasilitas kesehatan dan transportasi. 

“Untuk umpannya kami menggunakan kelapa bakar, karena sesuai standar WHO aromanya lebih kuat dan efektif untuk menarik tikus,” jelasnya. 

Sate Pak Rizki

Menurutnya, metode ini terbukti cukup efektif karena sebelumnya juga telah diterapkan di berbagai lokasi lain seperti bandara dan pelabuhan. 

Selain pemasangan perangkap tikus, BBKK Surabaya juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengendalikan vektor penyakit lainnya. 

Kegiatan tersebut meliputi penyemprotan atau spraying dan fogging di lingkungan asrama yang rencananya akan dilakukan empat hari jelang kedatangan jemaah haji. 

“Harapannya dengan kegiatan ini dapat mengurangi risiko lingkungan, khususnya potensi penularan penyakit yang dibawa oleh tikus,” jelas Dya Candra.

Petugas dari Tim Kerja Risiko Lingkungan BBKK Surabaya memasang sebanyak 100 perangkap tikus yang disebar di berbagai titik rawan. 

Mulai dari halaman depan dan area parkir, selasar gedung, kamar-kamar asrama, dapur, hingga tempat pembuangan sampah