Cepu, MEMANGGIL.CO - RSUD dr. R. Soeprapto Cepu selangkah lebih dekat menuju transformasi sebagai rumah sakit pendidikan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Blora tersebut resmi diproyeksikan menjadi mitra utama dalam rencana pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Blora dan UNISDA Lamongan yang digelar di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, akhir bulan Mei 2026 lalu.
Penunjukan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu sebagai rumah sakit mitra pendidikan dinilai menjadi momentum penting dalam sejarah pengembangan layanan kesehatan di Kabupaten Blora. Selain memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan, status tersebut juga membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan melalui dunia pendidikan kedokteran.
Bupati Blora, H. Arief Rohman, menyebut RSUD dr. R. Soeprapto Cepu memiliki posisi strategis dalam mendukung berdirinya Fakultas Kedokteran UNISDA. Salah satu syarat utama pembukaan fakultas tersebut adalah keberadaan rumah sakit daerah yang dapat digunakan sebagai wahana pendidikan dan praktik mahasiswa kedokteran.
“Rencana pendirian Fakultas Kedokteran UNISDA nantinya tempat praktiknya di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu. Salah satu syarat universitas memiliki fakultas kedokteran adalah memiliki mitra rumah sakit daerah, dan RSUD Cepu ditunjuk sebagai mitra,” kata Gus Arief, panggilannya ditulis Senin (1/6/2026)
Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas perkembangan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu yang selama ini terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Blora bagian timur dan wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur.
Menurut Gus Arief, potensi pengembangan RSUD Cepu masih sangat besar. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar rumah sakit tersebut semakin lengkap dari sisi fasilitas maupun tenaga medis.
Salah satu langkah yang sedang dipersiapkan adalah penambahan dokter spesialis, termasuk spesialis kulit dan kelamin, guna memperkuat layanan yang tersedia di rumah sakit tersebut.
Dengan status sebagai rumah sakit mitra pendidikan, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan pasien, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu kesehatan.
Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, menyambut positif peluang besar tersebut. Menurutnya, kesempatan menjadi rumah sakit pendidikan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Karena kami mendapat kesempatan baik ini, mari kita teruskan dan kembangkan bersama,” ujarnya.
drg. Wilys menilai sinergi dengan perguruan tinggi akan membawa dampak positif bagi rumah sakit. Kehadiran mahasiswa, dosen, hingga aktivitas akademik di lingkungan rumah sakit diyakini dapat mendorong peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat budaya ilmiah dalam pelayanan medis.
Tak hanya itu, keberadaan Fakultas Kedokteran yang bermitra dengan RSUD Cepu juga berpotensi mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di Kabupaten Blora. Selama ini, sejumlah daerah masih menghadapi tantangan keterbatasan dokter spesialis maupun tenaga medis tertentu.
Sementara itu, Rektor UNISDA Lamongan Muhammad Hafidh Nashrullah mengatakan pihaknya siap membangun kolaborasi jangka panjang bersama RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dan Pemerintah Kabupaten Blora.
Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan pendidikan kedokteran, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia.
“Kami bersinergi bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan sumber daya manusia di wilayah yang kami tempati,” katanya.
Dengan rencana tersebut, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu kini tidak hanya dipandang sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Blora dan sekitarnya. Lebih dari itu, rumah sakit yang tahun ini memasuki usia 70 tahun tersebut tengah dipersiapkan menjadi pusat pendidikan kesehatan yang akan melahirkan calon-calon dokter masa depan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka mulai 2027 mendatang aktivitas pendidikan kedokteran dapat mulai berlangsung di lingkungan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu.
Langkah itu menjadi babak baru perjalanan rumah sakit tersebut dalam memperluas peran, dari sekadar penyedia layanan kesehatan menjadi institusi strategis yang ikut mencetak sumber daya manusia kesehatan untuk Indonesia.