Surabaya, MEMANGGIL.CO — Bertepatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Higgs Games Island (HGI) menggelar Open Tournament Domino memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya 2026.
Upaya tersebut sebagai bentuk nyata HGI dalam mendukung transformasi domino dari sekadar permainan rekreatif menjadi cabang olahraga prestasi yang profesional.
Perwakilan HGI, Rey, mengatakan, pihaknya fokus membangun ekosistem domino yang terintegrasi, dimulai dari pembinaan kompetisi digital hingga ke arena profesional.
"Kami memulai pembinaan dari kompetisi online. Pemenang atau tim terbaik dari jalur tersebut kemudian dipertemukan dalam kompetisi offline. Melalui skema ini, HGI siap mendukung dan mengarahkan klub-klub lokal untuk berkembang menjadi atlet profesional," kata Rey ditemui usai acara pembukaan Open Tounament Domina di Hi Tech Mall, Surabaya, Minggu, 14 Juni 2026.
HGI juga membuka lebar dukungan untuk program promosi dan penyebarluasan olahraga domino melalui berbagai kompetisi terukur.
Menurut Rey, dengan dukungan ekosistem ini, domino di Kota Surabaya diharapkan memiliki jalur pembinaan yang jelas, berkelanjutan, serta mampu memperluas penerimaan positif di tengah masyarakat.
Secara garis besar, arah transformasi yang diusung HGI meliputi tiga poin utama, yakni mencetak talenta baru melalui kompetisi berjenjang yang ketat.
Selain itu, menjadikan turnamen tersebut sebagai wadah interaksi positif antaratlet dan warga.
Tak hanya itu, dengan turnamen ini akan mengubah persepsi domino melalui regulasi pertandingan yang formal dan terukur.
Upaya ini juga mendapat sambutan baik dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya. Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, menambahkan, kompetisi rutin merupakan pilar utama dalam pembinaan cabang olahraga berbasis prestasi.
Menurut Arderio, respons positif masyarakat Surabaya terhadap ajang-ajang domino belakangan ini membuktikan bahwa cabang olahraga ini telah mendapatkan tempat yang layak di lingkungan olahraga kota.
" KONI Surabaya kini juga mendorong agar domino memiliki jalur prestasi yang lebih formal. Penguatan sistem kompetisi ini dipersiapkan sebagai fondasi utama untuk menyaring atlet potensial yang siap diterjunkan ke berbagai multi-event regional maupun nasional di masa mendatang," ungkapnya.