Blora, MEMANGGIL.CO - Keseriusan Desa Sumurboto dalam menjalankan program Kampung Bebas dari Narkoba mendapat perhatian dari tingkat provinsi. Pada hari yang sama, tim penilai dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah melakukan kunjungan langsung ke Desa Sumurboto untuk meninjau kesiapan dan efektivitas pelaksanaan program tersebut.
Waka Polres Blora, Kompol Slamet Riyanto, melalui Kasatresnarkoba Polres Blora AKP Miftah Anshori membenarkan kedatangan tim penilai dari Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah.
Kehadiran tim tersebut bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan sekaligus mengecek keberadaan Posko Kampung Bebas dari Narkoba yang menjadi pusat koordinasi berbagai kegiatan pencegahan di desa tersebut.
“Betul, jadi sore ini rencana ada tim penilai dari Ditresnarkoba Polda Jateng untuk meninjau kemudian mengecek keberadaan posko KBDN yang ada di Desa Sumurboto,” katanya.
Kunjungan tim penilai tersebut disambut antusias oleh pemerintah desa dan masyarakat. Berbagai dokumen pendukung, program kegiatan, hingga bentuk keterlibatan masyarakat dipersiapkan untuk menunjukkan kesungguhan Desa Sumurboto dalam mewujudkan lingkungan yang aman dari narkoba.
Menariknya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda monitoring biasa. Desa Sumurboto ternyata berhasil masuk dalam nominasi terbaik Kampung Bebas dari Narkoba tingkat Jawa Tengah. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Blora karena mampu bersaing dengan daerah lain yang juga memiliki program serupa.
Tim penilai yang hadir terdiri dari empat personel Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah, yakni Kabag Binopsnal AKBP Wiyoto, Penyidik Madya I Kompol Asep Iswahyudi Rachman, Aipda Yogi Kurniawan, dan Briptu Nizar Cahya Sakti Sambodo.
Kehadiran tim penilai tersebut semakin meningkatkan semangat masyarakat untuk menunjukkan bahwa gerakan melawan narkoba dapat dimulai dari tingkat desa.
Penilaian yang dilakukan tidak hanya melihat fisik posko, tetapi juga efektivitas program dan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan dari bahaya narkoba.
Diberitakan sebelumnya, Desa Sumurboto dipilih setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang dilakukan secara bertahap. Desa tersebut dinilai memiliki komitmen kuat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda.
“Untuk sementara di Kabupaten Blora terbentuk di Desa Sumurboto yang setelah kita seleksi bisa dijadikan percontohan,” ujar AKP Miftah.