Surabaya, MEMANGGIL.CO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi S1 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar sosialisasi dan pendampingan di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (17/07/2026) dengan tema “Peningkatan Standar Mutu Bahan Baku Obat Tradisional melalui Pendampingan Higiene dan Sanitasi Pengolahan” ini, menyasar warga dan pelaku pengolahan herbal setempat.

Acara dibuka Dr. Amaria, Koordinator Prodi S1 Kimia FMIPA Unesa. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ratih Dewi Saputri, M.Si., sebagai narasumber menyampaikan kampanye “Alami, Belum Tentu Aman”.

"Kami ingin mengubah cara pandang bahwa alami sudah pasti aman. Dengan pendampingan higiene dan sanitasi yang sederhana namun konsisten, mutu bahan baku obat tradisional bisa ditingkatkan, dan warga pun lebih terlindungi," ujar Dr. Ratih, Minggu (19/07/2026). 

Dalam edukasi, tim menekankan 3 kunci herbal bermutu, yakni identitas bahan benar, kemurnian dan kebersihan, serta kandungan senyawa aktif yang stabil. Warga juga diingatkan 4 jenis cemaran: mikroba, kimia, fisik, dan lingkungan.

Tim juga menyoroti bahaya pemalsuan herbal seperti kunyit bercampur pewarna tekstil dan biji pepaya dijual sebagai lada. 

Peserta dibekali kiat memilih herbal aman, yakni cek label dan izin edar BPOM/PIRT, pilih produsen higienis, dan simpan di tempat kering.

"Data juga menunjukkan jamu gendong di kota besar ada yang tercemar bakteri. Bahayanya dobel buat lansia dan anak," terang Dr. Ratih.

Acara ditutup dengan praktik langsung. Warga diajak bedain sampel jahe, kunyit, temulawak, plus nyobain minuman herbal bermutu.

Kegiatan ini merupakan bagian Tridarma Perguruan Tinggi dan mendukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. 

Tim pelaksana antara lain Subhan Rullyansyah, Mirwa Adiprahara, M. Nurrohman Sidiq, Prof. Dr. Tukiran, dan Dr. Ratih Dewi Saputri.