Tuban, MEMANGGIL.CO – Setelah lebih dari satu dekade dilanda konflik internal, lembaran baru akhirnya dibuka di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban.

Perselisihan panjang yang membelah kepengurusan sejak 2012 kini resmi berakhir melalui kesepakatan damai yang disambut haru oleh ratusan umat.

Suasana di Kelenteng Kwan Sing Bio, Senin (20/7/2026), menjadi saksi momen bersejarah. Dua tokoh yang selama ini berada di kubu berbeda, Go Tjong Ping selaku Ketua Umum Terpilih TITD Kwan Sing Bio Tuban dan Alim Sugiantoro, duduk bersama untuk menandatangani kesepakatan damai. Prosesi tersebut disaksikan ratusan anggota umat serta notaris sebagai penegas komitmen bersama.

Perdamaian ini mengakhiri perjalanan panjang yang penuh dinamika. Selama sekitar 14 tahun, konflik kepengurusan menyebabkan kekosongan organisasi dan memicu berbagai persoalan, mulai dari sengketa perdata hingga laporan pidana yang melibatkan kedua belah pihak.

Kini, seluruh perselisihan itu diputuskan untuk ditinggalkan demi satu tujuan yang lebih besar, yakni menjaga persatuan dan keharmonisan umat di salah satu kelenteng terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Go Tjong Ping mengaku bersyukur karena penantian panjang akhirnya berbuah manis. Menurutnya, kesepakatan damai ini menjadi titik awal untuk membangun kembali kebersamaan yang sempat terpecah.

"Terima kasih. Penantian selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Hari ini kita sepakat mengakhiri seluruh perselisihan dan bersama-sama membangun persatuan," ujarnya.

Mantan Anggota DRPD Provinsi Jatim itu juga menegaskan bahwa perayaan HUT Kongco Kwan Kong ke-1866 menjadi simbol persatuan baru, karena hanya akan ada satu panitia yang mewakili seluruh umat.

"Bravo Kelenteng Kwan Sing Bio. HUT Kongco Kwan Kong ke-1866 hanya ada satu panitia," katanya.

Menurut Go Tjong Ping, kesepakatan damai ini dibangun di atas komitmen untuk saling menghormati, saling percaya, dan saling mendukung demi kemajuan TITD Kwan Sing Bio.

Ia berharap tidak ada lagi kelompok-kelompok yang memecah belah umat.

"Seluruh umat bersepakat menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan. Tidak ada lagi pengelompokan yang dapat memecah persatuan umat," tegasnya.

Kata Alim Sugiantoro 

Senada dengan itu, Alim Sugiantoro juga menyampaikan rasa syukur atas tercapainya perdamaian tersebut. Baginya, kebersamaan jauh lebih penting dibanding mempertahankan perbedaan yang hanya akan merugikan semua pihak.

"Saya mengucapkan terima kasih. Mari kita bersatu, tidak ada lagi perbedaan, agar kita hidup di Tuban dengan nyaman," ujar tokoh berpengaruh di Kelenteng Tuban ini.

Ia juga berharap para tokoh senior terus membimbing generasi penerus agar konflik serupa tidak kembali terjadi.

"Yang sudah tua membimbing yang muda agar ke depan tidak ada lagi perselisihan. Kalau ada persoalan, selesaikan dengan cepat supaya tidak merugikan diri sendiri maupun TITD Kwan Sing Bio," katanya.

Pengusaha sukses itu pun mengajak seluruh umat untuk meninggalkan masa lalu dan kembali berkumpul dalam satu keluarga besar.

"Semua laporan sudah selesai dengan damai. Kelenteng ini adalah rumah kita bersama. Anggap kita semua saudara agar bisa hidup dengan tenang," ungkapnya.

Mantan Ketua Penilik TITD Kwan Sing Bio itu berharap perdamaian yang telah terjalin tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi fondasi baru dalam membangun kehidupan umat yang lebih rukun.

"Mulai hari ini ketika bertemu, mari saling menyapa dengan hati yang senang. Semoga perdamaian ini terus terjaga. Kalau ada masalah, selesaikan dengan jalan damai," pungkasnya.