Jombang, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas dukungan bagi pelajar dari jenjang pendidikan khusus hingga sekolah menengah. Sedikitnya 50 ribu siswa SLB, SMA, dan SMK di Jawa Timur menerima Beasiswa Afirmasi yang masing-masing bernilai Rp1 juta.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Jatim untuk memastikan persoalan ekonomi tidak membuat pelajar menghentikan pendidikan sebelum menyelesaikan jenjang sekolah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis menyalurkan Beasiswa Afirmasi kepada penerima di aula SMKN 3 Jombang, Jumat (28/8/2026). Sejumlah pelajar penerima bantuan hadir dalam kegiatan tersebut.
Khofifah mengatakan bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan yang tidak seluruhnya berkaitan dengan biaya sekolah. Meskipun biaya pendidikan tertentu telah mendapatkan dukungan pemerintah, siswa tetap menghadapi kebutuhan lain selama mengikuti proses belajar.
“Harapannya tidak ada anak-anak yang kemudian berhenti sekolah di tengah jalan. Pada dasarnya memang SPP sudah gratis, tapi kan ada kebutuhan transport, ada kebutuhan sepatu, ada kebutuhan buku,” ujar Khofifah.
Menurutnya, kebutuhan seperti transportasi, perlengkapan sekolah, buku, hingga kebutuhan penunjang lainnya tetap dapat menjadi beban bagi keluarga. Karena itu, bantuan afirmasi diarahkan untuk membantu siswa tetap bertahan di bangku sekolah.
Sebanyak sekitar 50 ribu siswa SLB, SMA, dan SMK menjadi penerima program tersebut. Setiap siswa mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.
Penyaluran tidak hanya dilakukan di Kabupaten Jombang. Program Beasiswa Afirmasi menyasar pelajar di berbagai wilayah Jawa Timur sebagai bagian dari kebijakan pemerintah provinsi dalam memperluas akses pendidikan.
Bantuan tersebut sekaligus diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menekan potensi angka putus sekolah. Pemerintah ingin memastikan pelajar tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga.
Dalam kegiatan di Jombang, perhatian Khofifah juga diarahkan kepada siswa yang memiliki prestasi. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan tidak hanya diberikan kepada siswa yang membutuhkan bantuan secara ekonomi, tetapi juga kepada mereka yang berhasil menunjukkan kemampuan di berbagai bidang.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah prestasi pelajar Jawa Timur dalam bidang robotik. Siswa dari Jawa Timur disebut berhasil meraih medali emas dalam olimpiade tingkat internasional.
“Kalau yang robotik tadi itu gold medali internasional olimpiade. Kita bisa bayangkan bahwa anak-anak ini memiliki kecerdasan, keterampilan, dan skill yang luar biasa,” kata Khofifah.
Bagi Khofifah, capaian tersebut menunjukkan bahwa pelajar di Jawa Timur memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Prestasi yang diraih selama berada di bangku sekolah juga dapat menjadi modal ketika mereka melanjutkan pendidikan.
Ia menyebut prestasi akademik maupun nonakademik tertentu dapat membuka peluang bagi siswa untuk masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Karena itu, Khofifah meminta guru dan sekolah tidak berhenti memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi. Para siswa tersebut perlu mendapatkan pendampingan agar prestasi yang telah diraih dapat dimanfaatkan untuk membuka akses pendidikan berikutnya.
“Ini sebetulnya menjadi pintu pembuka untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri jalur prestasi,” ujarnya.
Khofifah menilai peran guru penting dalam mengawal proses tersebut. Siswa yang memiliki kemampuan dan prestasi perlu diarahkan agar memahami peluang yang tersedia setelah lulus sekolah.
“Ini yang harus dikawal oleh para guru-guru supaya mereka nanti betul-betul bisa masuk pada perguruan tinggi yang diharapkan, yang bisa menjadi pembuka pintu tercapainya cita-cita mereka,” tuturnya.
Menurut Khofifah, prestasi yang diraih siswa di tingkat nasional bahkan internasional juga berpotensi membuka akses terhadap beasiswa pendidikan melalui jalur prestasi.
“Anak-anak yang dapat gold medal nasional itu sudah punya peluang untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi, apalagi yang internasional,” imbuhnya.
Dengan demikian, kebijakan pendidikan yang didorong Pemprov Jatim tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan siswa agar tetap bersekolah. Pemerintah juga berupaya menciptakan ruang agar siswa yang memiliki kemampuan khusus dapat berkembang dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Penyaluran Beasiswa Afirmasi di SMKN 3 Jombang berlangsung dalam suasana berbeda karena bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Nuansa keagamaan terasa dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di sela sambutannya, Khofifah mengajak para peserta dan tamu undangan untuk bersama-sama melantunkan sholawat.
Ajakan itu mendapat respons dari peserta yang hadir. Ketika lantunan Mahalul Qiyam dikumandangkan, para tamu undangan dan peserta berdiri bersama dalam suasana khidmat.
Momentum tersebut mempertemukan dua pesan utama dalam kegiatan itu, yakni penguatan akses pendidikan bagi pelajar dan penghargaan terhadap generasi muda yang menunjukkan prestasi.
Pemprov Jawa Timur berharap pemberian bantuan pendidikan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan sekolah anak. Dengan dukungan tersebut, siswa diharapkan tidak terpaksa meninggalkan pendidikan akibat persoalan biaya penunjang sekolah.
Di saat yang sama, siswa berprestasi didorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan berbagai peluang pendidikan yang tersedia, termasuk jalur prestasi dan beasiswa.
Program Beasiswa Afirmasi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat keberlanjutan pendidikan di Jawa Timur.
Bantuan senilai Rp1 juta per siswa diharapkan dapat menjadi dukungan tambahan agar puluhan ribu pelajar penerima tetap melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan jenjang sekolahnya.