Surabaya, MEMANGGIL.CO – Pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem penempatan pekerja migran di sektor formal melalui pembangunan Migrant Center di perguruan tinggi.
Salah satu Migrant Center diresmikan di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (29/08/2026).
Peresmian dilakukan Wakil Menteri Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Wamen Dzulfikar menegaskan, Migrant Center menjadi skema utama untuk merealisasikan program SMK Go Global.
"Salah satu dorongan dan arahan Bapak Presiden kepada kami di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran adalah bagaimana ekosistem pekerja di sektor formal itu semakin diperbanyak dan diperluas," kata Dzulfikar.
Menurutnya, saat ini baru sekitar 8 kampus yang memiliki fasilitas setara Umsura, dari total 23 kampus yang diajak rapat. Beberapa di antaranya UI, UPN Veteran Yogyakarta, Unhas, dan ULM.
Pemerintah akan memastikan setiap Migrant Center memiliki standar ruangan, fasilitas, dan instruktur berlisensi.
"Kehadiran kami hari ini untuk memastikan Migrant Center yang terlibat dalam program SMK Go Global ini standarnya bagus," tegasnya.
Umsura dinilai layak jadi rujukan. Rektor Umsura, Mundakir menyebut pihaknya sudah menyiapkan fasilitas pelatihan bahasa, upskilling, dan sertifikasi.
"Program akan dibuka untuk umum, tidak hanya mahasiswa, dengan target awal 200 peserta," jelas Mundakir.
Dzulfikar juga berharap jumlah kampus dengan Migrant Center terus bertambah agar kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri bisa dipenuhi SDM yang disiapkan secara baik.