Surabaya, MEMANGGIL.CO — Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengukir sejarah baru dengan menghadirkan koleksi kura-kura Aldabra untuk pertama kalinya sejak destinasi konservasi tersebut didirikan.  

Empat ekor kura-kura darat raksasa asal Atol Aldabra, Seychelles, tersebut diimpor langsung dari iZoo Shizuoka, Jepang, dan kini resmi dipamerkan kepada publik. 

Spesies yang dikenal sebagai kura-kura darat terbesar kedua di dunia setelah Galapagos ini terdiri dari satu ekor jantan dan tiga ekor betina.  

Kura-kura jantan diperkirakan berusia 40 tahun dengan bobot mencapai 109 kilogram. Sementara itu, tiga kura-kura betina berusia 25–30 tahun dengan berat masing-masing berkisar antara 80–90 kilogram. 

Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, mengungkapkan, kehadiran spesies ini merupakan momen perdananya di KBS. 

"Selama KBS berdiri, kami belum pernah memiliki kura-kura Aldabra. Ini merupakan pertama kalinya kami mendatangkan satwa jenis tersebut," kata  Nurika, Selasa, 1 September 2026. 

Nurika menambahkan, kura-kura Aldabra memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat dan berpotensi hidup hingga lebih dari 100 tahun.  

Hal ini diprediksi menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang ingin melihat langsung reptil raksasa langka tersebut. 

Keempat kura-kura tersebut sebenarnya telah mendarat di Indonesia sejak pertengahan Juli 2026. Namun, sebelum resmi dilepas ke area peragaan (exhibit), satwa tersebut harus menjalani prosedur karantina ketat serta tahap habituasi untuk memastikan kondisi kesehatan dan adaptasi lingkungan. 

Kedatangan kura-kura Aldabra sekaligus menandai awal kerja sama konservasi jangka panjang antara KBS dan iZoo Jepang.  

"Ke depan, KBS berencana memboyong sejumlah satwa khas Negeri Sakura lainnya, seperti monyet Jepang, jerapah, hingga panda merah," ungkap Nurika. 

Nurika juga berharap, melalui penambahan koleksi internasional ini, pengelola KBS dapat mendongkrak angka kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat peran KBS sebagai lembaga edukasi dan konservasi satwa di Surabaya.