Jombang, MEMANGGIL.CO - Sekitar 50 siswa SMPN Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami diare dan harus mendapatkan penanganan medis setelah sehari sebelumnya menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan kesehatan tersebut mulai diketahui pihak sekolah pada Kamis (3/9/2026) pagi, sementara makanan MBG yang dikonsumsi para siswa dibagikan sehari sebelumnya, Rabu (2/9/2026).

Kepala SMPN Kabuh Suprihadiono mengatakan, jumlah siswa yang mengalami keluhan belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.

“Belum dihitung nanti jumlahnya, ada 50-an paling enggak,” ujar Suprihadiono saat dikonfirmasi.

Menurutnya, keluhan yang paling banyak dilaporkan berupa diare atau mencret.

Sejauh ini, pihak sekolah belum menerima laporan adanya siswa yang mengalami mual maupun muntah.

“Mungkin hanya diare-diare. Diare mencret,” katanya.

Sebelum keluhan muncul, para siswa diketahui telah menerima makanan MBG pada Rabu (2/9/2026).

Menu yang disampaikan pihak sekolah pada hari tersebut berupa makanan dengan lauk udang.

“Makannya kemarin. Menunya udang,” ungkap Suprihadiono.

Keluhan baru dilaporkan kepada pihak sekolah pada keesokan paginya.

Siswa yang mengalami diare kemudian dibawa ke Puskesmas Kabuh untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Sekolah juga langsung berkoordinasi dengan pihak SPPG Mangunan selaku penyedia makanan MBG bagi siswa SMPN Kabuh.

Menurut Suprihadiono, koordinasi dilakukan untuk memastikan siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan.

“Sudah ditangani sama SPPG. Dihubungi klinik-klinik, dibawa ke puskesmas, koordinasi dengan puskesmas,” jelasnya.

Meski terdapat dugaan keterkaitan dengan makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya, pihak sekolah belum berani menyimpulkan bahwa keluhan para siswa disebabkan oleh menu MBG.

Pihak sekolah masih melakukan pendataan dan menunggu hasil penanganan maupun pemeriksaan lebih lanjut.

Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Di tengah proses penanganan, distribusi MBG untuk SMPN Kabuh pada Kamis (3/9/2026) juga masih berlangsung.

Saat wawancara dilakukan, makanan belum sampai di sekolah dan masih dalam perjalanan.

“Belum datang, ini mau datang, masih di jalan,” pungkas Suprihadiono.

Biasanya, makanan MBG untuk siswa tiba di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.

Pihak sekolah kini masih memantau kondisi para siswa sekaligus melakukan pendataan terhadap jumlah yang mengalami keluhan.