Grobogan, MEMANGGIL.CO - Bekas kandang ternak ayam milik Saifudin Bahri (42), warga Dusun Plosonambangan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, terbakar pada Kamis (3/9/2026) malam. Kebakaran tersebut diduga dipicu api dari pembakaran sampah rumah tangga yang dilakukan di sekitar lokasi.

Kejadian diketahui sekitar pukul 20.00 WIB. Bekas kandang ayam yang terbakar merupakan bangunan sederhana berbahan kayu campuran dengan ukuran sekitar 2x2 meter dan beratap genteng tanah liat.

Sebelum kebakaran terjadi, sekitar pukul 16.00 WIB, istri korban membakar sampah rumah tangga di bagian belakang rumah. Lokasi pembakaran berjarak sekitar dua meter dari bekas kandang ayam milik korban.

Setelah selesai membakar sampah, api dirasa telah padam setelah disiram menggunakan air. Selanjutnya, istri korban masuk ke dalam rumah, sementara pada malam harinya ia berada di musala untuk mengaji.

Sekitar pukul 20.00 WIB, seorang warga yang berada di rumah melihat kobaran api cukup besar di bagian belakang rumah korban. Ia kemudian berlari menuju lokasi dan memberitahukan kejadian tersebut kepada istri korban serta warga sekitar.

Warga yang mengetahui kejadian langsung berdatangan dan berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Tak lama kemudian, api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Polsek Grobogan bersama Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan kemudian mendatangi lokasi. Pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengetahui kondisi serta penyebab kebakaran.

Dari pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari pembakaran sampah rumah tangga yang dilakukan di dekat bekas kandang. 

Kapolsek Grobogan AKP Abdul Kadir mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan awal dengan mendatangi lokasi, melakukan pemeriksaan dan mengamankan sisa kayu yang terbakar.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban mengalami kerugian materi sekitar Rp500 ribu akibat terbakarnya bekas kandang ternak ayam miliknya," ungkap Kapolsek Grobogan.

AKP Abdul Kadir juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membakar sampah, terutama apabila lokasi pembakaran berada di dekat bangunan atau material yang mudah terbakar.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api pembakaran sampah sebelum benar-benar dipastikan padam. Bara api yang masih tersisa dapat kembali menyala dan berpotensi menimbulkan kebakaran,” pungkas AKP Abdul Kadir.