Surabaya, MEMANGGIL.CO - Memperingati HUT ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Daop 8 Surabaya menghadirkan layanan kesehatan dan literasi gratis bagi masyarakat di sekitar jalur kereta api. Kegiatan tersebut menyasar sekitar 500 warga dan siswa sekolah dasar di Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.
Layanan sosial tersebut dikemas melalui kehadiran Kereta Rail Clinic dan Rail Library. Program ini dilaksanakan di Stasiun Cerme, Kabupaten Gresik, Selasa (8/9/2026), kemudian dilanjutkan di Stasiun Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI. Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi kesehatan, sementara para siswa memperoleh akses bacaan dan pembelajaran melalui fasilitas Rail Library.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan kehadiran Rail Clinic menjadi upaya perusahaan untuk mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional perkeretaapian.
“Dalam rangkaian HUT ke-81 KAI, kami menghadirkan Rail Clinic di Stasiun Tanggulangin dan Stasiun Cerme. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan akses layanan kesehatan gratis, sekaligus menghadirkan ruang edukasi kesehatan bagi masyarakat,” terang Mahendro, Sabtu (12/9/2026).
Rail Clinic merupakan fasilitas layanan kesehatan bergerak milik KAI yang pertama kali diluncurkan pada 2015. Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar secara langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah yang menjadi sasaran kegiatan sosial perusahaan.
Dalam kegiatan di Sidoarjo dan Gresik, layanan yang diberikan cukup beragam. Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, layanan kebidanan dan USG, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan mata, hingga obat-obatan secara gratis.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, KAI Daop 8 melibatkan sejumlah tenaga kesehatan. Tim yang diterjunkan terdiri atas dokter umum, dokter kandungan, dokter gigi, paramedis, apoteker, analis kesehatan, serta refraksionis optisien.
Tidak hanya pemeriksaan kesehatan, KAI juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat dan siswa yang mengikuti kegiatan. Bantuan tersebut meliputi 100 kacamata, 100 paket oral hygiene, 60 paket gizi untuk ibu hamil, 100 tas sekolah, serta peralatan olahraga bagi sekolah dasar peserta kegiatan.
Bantuan kacamata diberikan sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan mata masyarakat. Sementara paket oral hygiene dan edukasi kesehatan gigi diberikan untuk mendorong kebiasaan menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Di sisi lain, kehadiran Rail Library memberikan warna berbeda dalam kegiatan sosial tersebut. Kereta perpustakaan tersebut menyediakan berbagai bahan bacaan yang dapat diakses para siswa, mulai dari buku cerita, pengetahuan umum, ensiklopedia hingga materi pembelajaran.
Rail Library juga dilengkapi fasilitas e-Library berupa monitor layar sentuh. Melalui fasilitas tersebut, anak-anak dapat mengakses koleksi bacaan digital maupun video edukatif selama mengikuti kegiatan.
Mahendro mengatakan keberadaan Rail Library diharapkan dapat mengubah cara masyarakat memandang fungsi stasiun. Menurutnya, stasiun tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perjalanan menggunakan kereta api, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat.
“Kami ingin stasiun tidak hanya dipandang sebagai tempat masyarakat melakukan perjalanan. Melalui Rail Library, stasiun juga dapat menjadi ruang untuk belajar, membaca, dan mendapatkan pengetahuan,” ungkap Mahendro.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong minat baca sekaligus membangun rasa ingin tahu anak-anak. Menurutnya, akses terhadap buku dan sumber pengetahuan perlu terus diperluas agar budaya literasi dapat tumbuh sejak dini.
Selain layanan kesehatan dan literasi, KAI juga memberikan sejumlah edukasi kepada peserta kegiatan. Materinya mencakup perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cara menjaga kesehatan gigi, serta sosialisasi mengenai keselamatan perjalanan kereta api.
Edukasi keselamatan perjalanan kereta api menjadi bagian penting karena masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel memiliki kedekatan langsung dengan aktivitas operasional kereta. Pemahaman mengenai keselamatan di sekitar jalur kereta api diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan maupun perilaku yang membahayakan.
“Kesehatan yang baik dan wawasan yang luas merupakan bekal penting seluruh masyarakat. Melalui Rail Clinic dan Rail Library, kami berupaya memberikan manfaat yang menyentuh kedua aspek tersebut sekaligus,” jelas Mahendro.
KAI Daop 8 Surabaya menyatakan akan terus memperkuat kepedulian sosial melalui berbagai program TJSL. Program tersebut diarahkan tidak hanya pada bantuan sesaat, tetapi juga pada upaya memberikan manfaat yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, literasi, dan keselamatan masyarakat.
Menurut Mahendro, keberadaan Rail Clinic dan Rail Library menjadi bagian dari komitmen tersebut. KAI ingin kehadiran perusahaan di tengah masyarakat memberikan dampak yang lebih luas, terutama bagi warga di sekitar wilayah operasional.
“Melalui Rail Clinic, Rail Library, dan program TJSL lainnya, KAI ingin perjalanannya tidak hanya menghubungkan tempat, tetapi juga meningkatkan kesehatan, pengetahuan, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mahendro.