Surabaya, MEMANGGIL.CO - Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dipercaya menjadi tuan rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Nasional untuk Dosen Muda dan Vokasi Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar bersama Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Workshop ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas dosen muda dan dosen vokasi dari berbagai perguruan tinggi dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif, inovatif, serta memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Tidak sekadar membahas teknik menyusun proposal, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan gagasan penelitian agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan nasional.
Workshop dibuka sekaligus ditutup oleh Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir. Pada agenda penutupan turut hadir Wakil Rektor II, Wakil Rektor IV Umsura, serta Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek RI Prof. Dr. Heri Kuswanto.
Dalam sambutannya, Prof. Mundakir mengapresiasi kepercayaan Kemendiktisaintek yang menunjuk Umsura sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop memiliki arti lebih luas karena tidak hanya berbicara mengenai kemampuan teknis menulis proposal hibah.
“Bagi Universitas Muhammadiyah Surabaya, workshop ini bukan hanya tentang bagaimana menulis proposal hibah yang baik, tetapi juga tentang bagaimana membangun keberanian akademik untuk menghadirkan gagasan penelitian yang inovatif, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Mundakir, Sabtu (12/9/2026).
Ia menilai peningkatan kapasitas dosen di bidang penelitian merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas perguruan tinggi. Kemampuan menghasilkan riset yang baik, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kemampuan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dosen muda dan dosen vokasi juga diharapkan tidak hanya mengejar terpenuhinya standar akademik dalam sebuah penelitian. Lebih dari itu, hasil riset diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan nasional.
“Kami berharap momentum ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk semakin produktif melakukan penelitian, membangun kolaborasi, dan menghasilkan karya akademik yang mampu memberikan manfaat luas bagi Indonesia,” jelasnya.
Dalam workshop tersebut, Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dosen dalam menghadapi proses pengajuan hibah penelitian tingkat nasional.
Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek RI Prof. Dr.rer.pol. Heri Kuswanto, S.Si., M.Si. mengatakan peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai tahapan penting dalam menyiapkan proposal.
“Peserta dibekali pemahaman mulai dari pengembangan ide penelitian hingga penyusunan proposal hibah nasional yang memiliki daya saing,” terang Heri Kuswanto.
Menurutnya, kemampuan merumuskan ide menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan proposal penelitian. Gagasan yang kuat perlu diterjemahkan ke dalam rancangan penelitian yang jelas, terukur, inovatif, dan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.
Workshop tersebut sekaligus membuka ruang interaksi antara dosen muda, dosen vokasi, perguruan tinggi, dan pihak pemerintah yang memiliki kewenangan dalam pengembangan ekosistem penelitian. Kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan peluang lahirnya penelitian yang berkualitas.
Bagi Umsura, penguatan budaya riset menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya akademik. Perguruan tinggi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kompetensi dosen, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat inovasi di lingkungan akademik.
Kehadiran workshop hibah nasional di Umsura juga diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi peserta dari berbagai perguruan tinggi. Selain memperoleh pengetahuan mengenai penyusunan proposal, para dosen diharapkan mampu membawa pulang gagasan yang dapat dikembangkan menjadi penelitian konkret.
Umsura berharap kegiatan tersebut menjadi pemantik lahirnya lebih banyak peneliti muda yang memiliki kapasitas dan daya saing. Proposal penelitian yang berkualitas diharapkan kemudian menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui penguatan kapasitas dosen muda dan dosen vokasi, Umsura optimistis ekosistem penelitian di perguruan tinggi dapat terus berkembang. Riset yang semakin kompetitif diharapkan ikut memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan Indonesia.