Blora, MEMANGGIL.CO - Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 Blora bergulir. Rival Alfian Esa Saputra (23), mahasiswa Magister Hukum Pidana Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang yang sebelumnya melaporkan persoalan tersebut ke kepolisian, menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Blora, Senin (14/9/2026).
Pemeriksaan terhadap Rival berlangsung cukup lama, yakni lebih dari dua jam. Ia mengaku menjawab puluhan pertanyaan penyidik terkait laporan yang disampaikannya mengenai tumbangnya ratusan siswa dan guru setelah menyantap makanan MBG dari SPPG Sukorejo 2.
Rival mengatakan dirinya datang ke Satreskrim Polres Blora setelah waktu Ashar untuk memenuhi panggilan kepolisian. Pemeriksaan kemudian berlangsung hingga hampir tiga jam dengan materi pertanyaan yang menurutnya cukup beragam.
“Tadi setelah Ashar saya ke Satreskrim, 2 jam lebih,” ujar Rival kepada awak media ini, Senin (14/9/2026).
Menurut Rival, penyidik mengajukan lebih dari 30 pertanyaan selama proses pemeriksaan. Pertanyaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan laporan yang dibuatnya, tetapi juga menyentuh dasar informasi yang digunakan sebagai pijakan dalam membuat laporan.
“Saya ditanya ada 30 pertanyaan lebih,” jawabnya.
Salah satu hal yang ditanyakan polisi adalah alasan Rival melaporkan dugaan persoalan dalam program MBG tersebut. Penyidik juga menggali sejauh mana pengetahuannya mengenai peristiwa yang menyebabkan sejumlah penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Rival menjelaskan kepada penyidik bahwa laporan tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap munculnya banyak penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa informasi yang menjadi pijakan laporannya berasal dari informasi yang telah beredar dan diberitakan.
“Saya jawab apa adanya, saya prihatin dengan banyaknya orang yang keracunan dan pijakan laporan saya berdasarkan informasi yang beredar,” kata Rival.
Pemeriksaan kemudian turut menyentuh sejumlah informasi yang sebelumnya muncul dalam pemberitaan mengenai kondisi makanan MBG maupun SPPG Sukorejo 2. Salah satunya terkait informasi mengenai temuan makanan yang disebut-sebut terdapat belatung.
Rival menegaskan bahwa informasi mengenai MBG berbelatung tersebut bukanlah klaim yang ia temukan sendiri di lapangan.
Ia menyampaikan kepada polisi bahwa bahasan tersebut muncul dalam pernyataan yang kemudian diberitakan oleh sejumlah media massa.
Dengan demikian, materi pemeriksaan tidak hanya berhenti pada pertanyaan mengenai laporan dugaan keracunan. Polisi juga menggali sumber informasi dan konteks berbagai pernyataan yang berkaitan dengan persoalan SPPG Sukorejo 2 Blora.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul keluhan dari siswa maupun guru yang menerima makanan MBG dari SPPG Sukorejo 2.
Jumlah penerima manfaat yang mengeluhkan kondisi kesehatan kemudian menjadi sorotan dan mendorong munculnya tuntutan agar persoalan tersebut diperiksa secara serius.
Di tengah polemik itu, Rival memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Laporan yang dibuatnya kini masuk dalam proses penanganan kepolisian dengan Rival sebagai pelapor yang dimintai keterangan untuk menjelaskan dasar dan informasi yang melatarbelakangi laporannya.
Pemeriksaan terhadap pelapor menjadi bagian penting dalam proses awal penanganan laporan. Polisi perlu menggali keterangan dari pihak yang membuat laporan, termasuk mengetahui sumber informasi, kronologi yang diketahui pelapor serta alasan laporan tersebut disampaikan.
Rival menyatakan dirinya siap memberikan keterangan sesuai dengan apa yang diketahuinya. Ia tidak ingin menambah-nambahkan informasi di luar fakta maupun informasi yang menjadi dasar laporannya.
“Saya jawab apa adanya,” tegasnya.
Selain Rival, sejumlah nama pejabat maupun pihak yang berkaitan dengan penanganan MBG di Blora juga disebut berpotensi dimintai keterangan. Menurut Rival, pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait diperlukan apabila keterangannya dianggap relevan dengan penyelidikan kasus tersebut.
“Seperti Bu Wabup, Pak Edi Widayat berpotensi akan dipanggil polisi. Tentunya ya sama, karena pejabat yang berkaitan, maka juga akan dicecar kepolisian,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses hukum kasus dugaan keracunan MBG di Blora berpotensi berkembang ke pemeriksaan sejumlah pihak lain. Namun, siapa saja yang akan dipanggil dan kapan pemeriksaan dilakukan sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian berdasarkan kebutuhan penyelidikan.
Pemeriksaan yang dijalani Rival bukan sekadar persoalan menjawab pertanyaan penyidik. Ia berharap proses hukum dapat mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus dugaan keracunan yang menyeret SPPG Sukorejo 2.
Ia juga berharap kepolisian tidak berhenti pada pemeriksaan administratif terhadap laporan. Menurutnya, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran hukum dan pihak yang terbukti bertanggung jawab, proses tersebut harus dilanjutkan sesuai ketentuan hukum.
Rival menekankan bahwa tujuan laporan yang dibuatnya adalah agar persoalan tersebut mendapatkan kejelasan. Terlebih, kasus ini berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi siswa dan guru melalui program pemerintah yang seharusnya memberikan manfaat bagi kesehatan.
“Semoga kasus ini dibuka seterang-terangnya dan semoga yang berwenang bisa menegakkan hukum setegak-tegaknya,” harap Rival.
Ia juga berharap apabila nantinya ditemukan adanya pihak yang benar-benar terbukti melakukan kesalahan atau kelalaian yang memenuhi unsur pidana, proses hukum dapat dilakukan. Menurutnya, penegakan hukum penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kasus SPPG Sukorejo 2 Blora sendiri sebelumnya telah menjadi perhatian berbagai pihak. Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kondisi penerima manfaat setelah menyantap makanan MBG, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kualitas makanan, proses pengolahan, pengawasan hingga pertanggungjawaban pengelola.
Karena itu, pemeriksaan Rival menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam perkara tersebut. Keterangan pelapor kini menjadi bagian dari informasi yang sedang didalami aparat penegak hukum untuk menentukan langkah berikutnya.
Di sisi lain, status dugaan dalam kasus ini tetap harus dikedepankan sampai terdapat hasil pemeriksaan dan pembuktian resmi. Informasi mengenai keracunan, kondisi makanan maupun dugaan pelanggaran oleh pihak tertentu perlu diuji melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan aparat berwenang.
Bagi masyarakat, proses tersebut menjadi penting karena MBG menyangkut kepentingan banyak siswa dan guru. Ketika makanan yang diberikan melalui program pemerintah diduga menimbulkan gangguan kesehatan, kepastian mengenai penyebab dan pihak yang bertanggung jawab menjadi hal yang sangat dinantikan.
Pemeriksaan lebih dari dua jam terhadap Rival juga menunjukkan bahwa polisi menggali cukup banyak aspek dari laporan tersebut. Lebih dari 30 pertanyaan disebut diajukan, mulai dari motif pelaporan, pengetahuan pelapor mengenai kejadian hingga sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi makanan dan SPPG.
Kini perhatian beralih pada langkah kepolisian setelah pemeriksaan terhadap pelapor selesai dilakukan. Apakah penyidik akan memanggil pihak lain, meminta keterangan tambahan, mengumpulkan bukti serta melakukan pendalaman terhadap SPPG Sukorejo 2, seluruhnya akan menjadi bagian dari proses hukum berikutnya.
Rival mengaku akan mengikuti proses tersebut dan berharap seluruh pihak yang memiliki informasi relevan dapat memberikan keterangan secara terbuka. Ia ingin kasus dugaan keracunan MBG di Blora tidak berakhir sebagai polemik sesaat yang kemudian hilang tanpa kejelasan.
Sebab, persoalan ini menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak dan tenaga pendidik. Jika nantinya ditemukan kesalahan atau kelalaian yang terbukti secara hukum, maka pertanggungjawaban harus diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya fakta berbeda dari informasi yang berkembang, hal itu juga perlu disampaikan secara terbuka. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus MBG SPPG Sukorejo 2 Blora.
Untuk saat ini, pemeriksaan terhadap Rival menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan laporan tersebut. Setelah pelapor dicecar puluhan pertanyaan selama hampir tiga jam, publik kini menunggu langkah berikutnya dari Satreskrim Polres Blora dalam mengungkap kasus dugaan keracunan MBG tersebut.