Surabaya, MEMANGGIL.CO - Komitmen fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat apresiasi dari BPJS Kesehatan. Sejumlah rumah sakit, puskesmas, klinik hingga tempat praktik mandiri dokter di Surabaya menerima penghargaan dalam Seva Paramahita Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap fasilitas kesehatan yang dinilai berkomitmen menjaga kualitas pelayanan bagi peserta JKN. Ajang tahun ini mengusung tema “Gotong Royong untuk Jaminan Kesehatan yang Berkualitas, Inklusif, dan Berkelanjutan”.
Dua fasilitas kesehatan asal Surabaya bahkan meraih peringkat pertama pada kategori masing-masing. RSUD Dr Soetomo menjadi peraih peringkat pertama kategori rumah sakit tipe A, sedangkan RSIA Putri Surabaya menempati posisi pertama kategori rumah sakit khusus.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Muhammad Aras mengatakan penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bentuk apresiasi. Menurutnya, evaluasi terhadap fasilitas kesehatan juga diperlukan untuk mendorong perbaikan layanan secara berkelanjutan.
“Kami ucapkan selamat kepada RSUD Dr Soetomo dan RSIA Putri Surabaya,” kata Aras di Surabaya, Kamis (17/9/2026).
“Keduanya mendapatkan peringkat pertama masing-masing dalam kategori RS Tipe A dan RS khusus,” lanjutnya.
Aras juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung penyelenggaraan program JKN. Mulai dari Dinas Kesehatan, asosiasi fasilitas kesehatan, organisasi profesi hingga seluruh fasilitas kesehatan dan pemangku kepentingan di wilayah Surabaya.
Penilaian fasilitas kesehatan berkomitmen dilakukan terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL). Penilaian tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan mutu layanan sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan JKN.
Aras mengatakan forum penghargaan tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi bersama. Fasilitas kesehatan dapat bertukar pengalaman, menyampaikan persoalan di lapangan dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan pelayanan.
“Momentum ini bukan hanya sekadar pemberian penghargaan,” ujarnya.
“Ini sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi, mencari solusi, dan menyepakati langkah perbaikan bersama,” lanjut Aras.
Menurut dia, keberhasilan pelayanan JKN tidak cukup hanya diukur dari pencapaian target atau indikator administratif. Hal yang paling penting adalah pengalaman peserta ketika memperoleh pelayanan kesehatan.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya pada tercapainya target dan indikator,” katanya.
“Tetapi pada satu hal yang paling penting, yaitu peserta JKN mendapatkan pelayanan yang bermutu, aman, dan mudah,” tegasnya.
Salah satu penerima penghargaan, RSUD Dr Soetomo, menyebut capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang rumah sakit dalam mempertahankan komitmen pelayanan.
Wakil Direktur Perencanaan Umum dan Keuangan RSUD Dr Soetomo, Primada Kusumaninggar, mengatakan penghargaan serupa telah beberapa kali diterima rumah sakit tersebut.
“RSUD Dr Soetomo telah tiga kali memperoleh penghargaan serupa,” kata Primada.
Ia menjelaskan, pada 2025 dan 2026 RSUD Dr Soetomo kembali mendapatkan penghargaan sebagai salah satu fasilitas kesehatan berkomitmen, baik pada tingkat Cabang Surabaya maupun nasional.
Komitmen tersebut, kata Primada, juga diwujudkan melalui pelayanan kepada pasien tanpa membedakan latar belakang maupun jenis kepesertaan. Peserta JKN, pasien umum maupun masyarakat kurang mampu mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, RSIA Putri Surabaya juga mencatat capaian pada tingkat nasional. Wakil Direktur RSIA Putri Surabaya Deffy Lettyzia Riawan mengatakan rumah sakitnya meraih peringkat pertama nasional untuk kategori rumah sakit khusus.
Penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi RSIA Putri untuk terus mengembangkan layanan kesehatan. Salah satu rencana pengembangan adalah menambah sejumlah layanan medis yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia,” ujar Deffy.
Ia mengatakan sejumlah layanan yang direncanakan untuk dikembangkan antara lain THT, gigi, kesehatan jiwa dan jantung.
RSIA Putri saat ini juga memberikan pelayanan untuk pasien anak maupun dewasa. Layanan tersebut mencakup antara lain penyakit dalam dan obstetri-ginekologi, ditunjang fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Intensive Care Unit (ICU).
Dari sisi akses pelayanan, rumah sakit juga melakukan penataan antrean dengan mendorong edukasi penggunaan antrean online melalui aplikasi Mobile JKN. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengatur akses pelayanan secara lebih praktis.
Selain dua rumah sakit tersebut, sejumlah fasilitas kesehatan lain di Surabaya juga masuk dalam daftar penerima Seva Paramahita Award 2026 tingkat Cabang Surabaya.
Pada kategori puskesmas, penghargaan diberikan kepada Puskesmas Dupak dan Puskesmas Balongsari. Untuk kategori klinik, penerima penghargaan antara lain Klinik Medico Sier dan Klinik Rawat Inap Wisma Husada.
Di kategori rumah sakit tipe A, RSUD Dr Soetomo dan RSPAL Dr Ramelan masuk dalam daftar penerima. Sementara kategori rumah sakit tipe B diisi RS Bhayangkara Surabaya dan RSUD Dr M Soewandhie.
Untuk kategori rumah sakit tipe C, penghargaan diberikan kepada RS Wijaya dan Rumkit Soemitro Lanud Mulyono. Adapun kategori lainnya mencakup Klinik Utama Optima dan RS Gigi dan Mulut Universitas Airlangga.
RSIA Putri Surabaya juga menjadi penerima penghargaan pada kategori rumah sakit khusus. Sementara pada kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD), penghargaan diberikan kepada dr. Handini dan dr. Rr. Henny Yuniarti, serta pada kategori praktik dokter gigi kepada drg. Emy Lestari dan drg. Kun Kamariah Trikoro D.
Melalui penghargaan tersebut, BPJS Kesehatan mendorong agar capaian fasilitas kesehatan tidak berhenti pada seremoni. Evaluasi dan perbaikan pelayanan diharapkan terus berjalan sehingga peserta JKN memperoleh layanan kesehatan yang semakin mudah, aman dan bermutu.