MEMANGGIL.CO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tengah menerapkan layanan pasien dengan basis digitalisasi. Upaya ini sebagai bentuk penyesuaian reformasi digitalisasi yang tengah digagas pemerintah.
Menurut Direktur RSUD dr R Soeprapto Cepu, drg Wilys Yuniarti, program layanan pasien berasis digitalisasi adalah sebuah kewajiban. Tujuannya selain mengikuti dan menyesuaikan teknologi Informasi dan Teknologi (IT), juga sebagai bentuk mempermudah layanan ke pasien.
Jadi reformasi digitalisasi itu sebagai sebuah mandatori, dimana harus dilakukan instansi pemerintah, termasuk di dalamnya di RSUD Cepu, tegasnya pada Memanggil.co, Sabtu 29 Juli 2023.
Dikatakan drg Wilys Yuniarti, reformasi layanan digitalisasi itu bisa diterapkan secara lebih riil. Contohnya, untuk pelayanan pasien mulai datang di rumah sakit, kemudian layanan pengobatan, atau jika menginap, hingga pasien pulang.
Jadi, lanjutnya, alur layanan secara birokrasi pasien itu, dimudahkan dengan digitalisasi. Sehingga selain memudahkan dan mempercepat layanan, juga hasilnya bisa lebih focus.
Jadi, selama pasien datang ke RSUD Cepu, pengobatan hingga pasien pulang itu, layanannya bisa terekap dengan lebih terbaca dan terukur, tandas mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora tersebut.
Inovasi Sejumlah Fasilitas Layanan
Pihak RSUD dr R Soeprapto Cepu, kini tengah me-refresh sejumlah fasilitas layanan. Layanan yang sudah, dioptimalkan sebagai upaya memberikan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat di Cepu dan sekitarnya.
Ada empat program layanan di RSUD dr R Soeprapto Cepu yang tengah dikembangkan.
Pertama, trauma center di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kedua, siap antar obat layanan atau 'Sidingkat Sitaro', ketiga Siap Antar pasien atau disingkat 'Simantap'. Keempat layanan 'Sapa Lur' untuk pantauan pasien-pasien setelah yang bersangkutan rawat inap.
Jadi, layanan ini ada beberapa yang sudah ada. Tetapi program ini kita refresh kembali dengan tujuan masyarakat bisa tahu, tandasnya.