DLH Mojokerto Turun Tangan, Sampah Liar di Pungging Segera Dibersihkan

Reporter : Siswoyo Zies
Kondisi tumpukan sampah menggunung di kawasan pinggir Jalan Raya Dusun Seruni, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Mojokerto.(Zies/Memanggil.co)

Mojokerto, MEMANGGIL.CO - Tumpukan sampah liar yang menggunung di pinggir Jalan Raya Dusun Seruni, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Mojokerto akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto memastikan akan turun langsung melakukan penanganan bersama warga setempat.

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah konkret berupa kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur di desa.

“Besok kami turunkan tim reaksi cepat DLH untuk melakukan pembersihan bersama warga dan pemerintah desa. Ini bagian dari upaya penanganan cepat agar kondisi di lokasi tidak semakin parah,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Aksi bersih-bersih tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat pagi (24/4/2026) dengan melibatkan warga sekitar dan perangkat desa. DLH juga akan melakukan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak terjadi kembali pembuangan sampah secara sembarangan.

Selama ini, keberadaan sampah liar di lokasi tersebut memang menjadi keluhan masyarakat. Selain merusak estetika lingkungan, bau menyengat yang ditimbulkan kerap mengganggu aktivitas pengguna jalan, terutama saat siang hari.

Irfan (34), salah satu pekerja yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju kawasan industri Ngoro, mengaku kondisi itu sudah cukup lama mengganggu kenyamanannya.

“Kalau panas baunya makin terasa. Sangat mengganggu, apalagi ini jalur yang ramai dilalui pekerja,” katanya.

Hal senada disampaikan warga setempat, Buadi (56), yang menyebut praktik pembuangan sampah liar di lokasi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan, tidak jarang sampah yang menumpuk dibakar oleh oknum tertentu.

“Sudah sekitar tiga tahun seperti ini. Hampir tiap hari ada saja yang buang sampah di sini, siang maupun malam,” ungkapnya.

Menurut Buadi, keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan warga turut menjadi faktor penyebab. Ia berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Warga memang butuh tempat dan sistem pengelolaan yang jelas. Tapi tetap harus ada kesadaran juga untuk tidak buang sampah sembarangan,” tambahnya.

Warga berharap, langkah cepat yang dilakukan DLH ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga diikuti dengan penyediaan sarana pengelolaan sampah serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat demi menjaga kebersihan lingkungan.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru