Bojonegoro, MEMANGGIL.CO - Harapan seorang lansia untuk menunaikan ibadah haji justru dimanfaatkan oleh pelaku penipuan. Seorang nenek berusia 86 tahun di Kabupaten Bojonegoro menjadi korban setelah diperdaya dengan janji keberangkatan haji secara instan.
Korban diketahui bernama Sukimah, warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu. Ia diduga ditipu dua pria tak dikenal yang mendatangi rumahnya pada siang hari dengan membawa iming-iming keberangkatan ke Tanah Suci.
Baca juga: Dari Kandang ke Dapur, GAYATRI Dorong Kemandirian Pangan Warga Bojonegoro
Peristiwa tersebut kini dalam penanganan Polres Bojonegoro yang masih memburu identitas para pelaku.
Kasi Humas Polres Bojonegoro, AKP Karyoto, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika dua orang pria datang ke rumah korban sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mengaku dapat membantu proses pemberangkatan haji dengan jalur cepat.
Untuk meyakinkan korban, pelaku membawa sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti telur, mi instan, gula, minyak goreng, dan kopi yang disebut sebagai bagian dari persiapan syukuran keberangkatan.
Dalam kondisi usia lanjut dan penuh harapan, korban akhirnya percaya pada tawaran tersebut.
“Korban kemudian menyerahkan perhiasan emas sebagai biaya pendaftaran,” ujar Karyoto, dilansir Antara pada Sabtu (25/4/2026).
Perhiasan yang diserahkan terdiri dari kalung dan gelang dengan total berat mencapai sekitar 34 gram.
Setelah berhasil menguasai barang berharga milik korban, kedua pelaku langsung meninggalkan lokasi dan tidak kembali lagi.
Baca juga: Bupati Setyo Wahono: Sodetan Kali Gandong Masih Tunggu Izin Pusat
Korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan setelah tidak ada kejelasan terkait keberangkatan yang dijanjikan.
Keesokan harinya, kejadian tersebut diceritakan kepada warga sekitar sebelum akhirnya dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian cukup besar, terutama mengingat perhiasan tersebut merupakan hasil simpanan selama bertahun-tahun.
Polisi menyatakan hingga kini kedua pelaku masih dalam proses penyelidikan dan identitasnya belum terungkap.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyasar kelompok rentan, yakni lansia, dengan memanfaatkan keinginan kuat untuk beribadah.
Baca juga: Runergy di Bojonegoro Perkuat Sinergi Migas dan Gaya Hidup Sehat
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pemberangkatan haji yang tidak melalui prosedur resmi.
Selain itu, keluarga diminta untuk lebih memperhatikan anggota keluarga lanjut usia agar tidak mudah menjadi sasaran kejahatan serupa.
Fenomena penipuan berkedok ibadah dinilai masih kerap terjadi dengan berbagai modus, mulai dari janji keberangkatan cepat hingga biaya murah yang tidak masuk akal.
Lebih lanjut, Polres Bojonegoro menegaskan akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan mencegah kasus serupa terulang di masyarakat.
Editor : Redaksi